Produsen Batubara Berencana Pangkas Produksi hingga 20 Persen

Kompas.com - 01/07/2020, 13:19 WIB
Ilustrasi batubara. Shutterstock/Vladyslav TrenikhinIlustrasi batubara.

Namun, harga batubara terus menunjukkan trend penurunan sejak awal tahun 2020 yang didorong oleh kondisi kelebihan pasokan (oversupply) batubara termal di mana permintaan (demand) merosot drastis sementara pasokan (supply) relatif masih kuat.

Beberapa analis seperti IHS Markit memperkirakan penurunan permintaan batubara di 2020 pasca Covid-19 merupakan penurunan yang terbesar sepanjang sejarah.

Dari kajian APBI, diperkirakan seaborne demand telah terkoreksi sekitar 85 juta ton dari sekitar 980 juta ton di Januari menjadi sekitar 895 juta ton di Juni 2020, di mana jumlah ini diperkirakan masih akan terus terkoreksi sampai akhir tahun jika Pandemi Covid 19 terus berlanjut.

Baca juga: Tarif Damri Bandara Soetta Turun Hari Ini, Berikut Daftarnya

Dampak dari Pandemi Covid-19 yang menyebabkan semakin melebarnya kondisi oversupply di pasar batubara termal global mendorong harga terus turun. Kondisi ini semakin mencemaskan karena trend harga rendah masih akan berlanjut akibat kekhwatiran akan kemungkinan gelombang kedua serangan Covid-19 yang dapat kembali menekan pemulihan ekonomi di negara-negara tujuan ekspor batubara Indonesia seperti, di Tiongkok, India, Jepang, Korea, dll.

Turunnya harga yang mana Harga Batubara Acuan (HBA) Juni dan Juli yang di level 50-an  dollar AS per ton (basis 6322 GAR) yang mana mendekati level harga di tahun 2016.

"Dengan kondisi seperti ini APBI berpendapat perlu segera ada upaya pengendalian produksi melalui pemotongan produksi dari para produsen batubara nasional,” tandasnya.

Pemotongan produksi diharapkan dapat menekan harga yang terus turun karena semakin melebarnya oversupply. Menurut kajian APBI, kata Pandu, perkiraan produksi batubara tahun 2020 sekitar 595 juta ton ton telah turun menjadi 530 juta ton di Juni 2020.

Namun APBI memandang masih diperlukan pengendalian produksi nasional dengan adanya tambahan pemotongan produksi sampai dengan 50 juta ton sehingga produksi batubara nasional menjadi sekitar 480 juta ton agar supaya tercapai keseimbangan supply dan demand pada global seaborne market. (Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Pratama Guitarra)

Baca juga: Pengumuman, KA Bandara Soetta Beroperasi Lagi Hari Ini

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Gawat, produsen tambang batubara berencana memotong produksi hingga 20%

Halaman:


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X