Kemenhub: Lebaran, Jumlah Penumpang Angkutan Umum Turun 98 Persen

Kompas.com - 01/07/2020, 16:19 WIB
Sejumlah pemudik Warga Negara Indonesia (WNI) dari Malaysia tiba di kedatangan Internasional Bandara Kualanamu Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Kamis (21/5/2020). Sebanyak 83 WNI dengan visa melancong yang terdampak karantina (lockdown) pandemi COVID-19 di Malaysia itu tiba dan langsung mengikuti prosedur pemeriksaan protokol kesehatan COVID-19 sebelum pulang ke daerah masing-masing. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/aww. ANTARA FOTO/SEPTIANDA PERDANASejumlah pemudik Warga Negara Indonesia (WNI) dari Malaysia tiba di kedatangan Internasional Bandara Kualanamu Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Kamis (21/5/2020). Sebanyak 83 WNI dengan visa melancong yang terdampak karantina (lockdown) pandemi COVID-19 di Malaysia itu tiba dan langsung mengikuti prosedur pemeriksaan protokol kesehatan COVID-19 sebelum pulang ke daerah masing-masing. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat jumlah penumpang moda angkutan umum turun drastis selama masa arus mudik dan balik Lebaran 2020 dibandingkan tahun 2019. Jumlah penurunannya mencapai 98,52 persen.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, selama H-7 hingga H+7 Lebaran, jumlah penumpang dari seluruh moda angkutan umum hanya mencapai 297.453 orang.

"Jika dibandingkan dengan 2019, secara umum ada penurunan jumlah penumpang yang secara signifikan pada masa H-7 smapai H+7," ungkapnya dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Rabu (1/6/2020).

Baca juga: H-3 Lebaran, Ada 8.013 Kendaraan Pemudik yang Diputar Balik ke Jakarta

Dia menjelaskan, penurunan penumpang yang paling signifikan terjadi pada angkutan kereta api yakni sebesar 99,78 persen menjadi hanya 9.259 penumpang. Kemudian diikuti angkutan kereta api yang turun 99,95 persen dengan penumpang sebanyak 2.423 orang.

Pada angkutan jalan turun 99,45 persen dengan jumlah 24.530 penumpang, angkutan udara turun 98,28 persen dengan 74.764 penumpang, serta angkutan laut turun 90,82 persen dengan 188.567 penumpang.

Menurut Budi Karya, penurunan ini tak lepas dari kebijakan pemerintah dalam menerapkan larangan mudik pada Lebaran 2020 akibat pandemi Covid-19.

Ini terlihat dari penurunan jumlah penumpang yang signifikan saat memasuki periode kedua pembatasan kendaraan keluar masuk Jabodetabek.

Ia menjabarkan, selama periode 1 April hingga 7 Juni 2020 atau H-53 hingga H+13 jumlah penumpang dari seleuruh moda angkutan umum mencapai 1,8 juta orang.

Dalam konteks ini, pada periode H-53 sampai dengan H-31 atau sebelum diberlakukannya larangan mudik jumlah penumpang mencapai 1,3 juta orang.

Kemudian diikuti dengan adanya larangan mudik sehingga pada H-30 hingga H-18 jumlah penumpang turun drastis menjadi 121.000 orang.

"Setelah ada larangan jumlah penumpang turun hingga 91,6 persen." kata Budi Karya.

Kemudian kembali terjadi peningkatan setelah diberlakukan pelonggaran perjalanan moda transportasi, sehingga jumlah penumpang menjadi 450 ribu orang selama periode H-17 sampai dengan H+13.

"Tapi angka ini juga masih jauh dari jumlah penumpang pada periode sebelum adanya kebijakan larangan mudik," pungkasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X