ICW Sebut Gebrakan Erick Thohir di BUMN Mulai Lenyap

Kompas.com - 02/07/2020, 16:04 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin, dan Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo saat peluncuran logo baru Kementerian BUMN, Rabu (1/7/2020). Dokumentasi Kementerian BUMNMenteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin, dan Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo saat peluncuran logo baru Kementerian BUMN, Rabu (1/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Corruption Watch ( ICW) menilai gebrakan yang dilakukan Erick Thohir di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai “melempem”.

Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz mengatakan, saat ini Erick kehilangan tajinya dalam melakukan perbaikan di BUMN.

“Di awal Erick Thohir menurut saya menarik, karena dia melakukan aksi bongkar-bongkar di sejumlah BUMN,” ujar Donal dalam diskusi virtual di Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Baca juga: Erick Thohir Minta BUMN Serius Garap Kawasan Industri Batang

Donal menjelaskan, di awal kepemimpinan Erick berani mengungkap skandal yang dilakukan direksi perusahaan pelat merah. Misalnya, terkait kasus penyelundupan sepeda Bromptom dan motor Harley Davidson oleh mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara.

“Tapi saya melihat belakangan aksi itu seolah lenyap, bahkan cenderung kembali ke pola lama,” kata Donal.

Menurut Donal, langkah kemunduran yang diambil Erick Thohir, yakni soal pengangkatan anggota maupun purnawirawan Polri/TNI menjadi komisaris di perusahaan plat merah.

“Ini adalah menurut saya sebuah perilaku yang kembali ke pola lama. Jadi gebrakan di awal ini kita bingung motivasinya apa. Walaupun sebagian orang melihatnya ada motivasi politik dan segala macam,” ucap dia.

Baca juga: Ubah Logo BUMN, Erick Thohir: Saya Tidak Mau Hanya Jadi Pencitraan

Sebelumnya, Ombudsman RI mencatat ada 397 komisaris di BUMN di tahun 2019 yang terindikasi rangkap jabatan. Selain itu, terdapat pula 167 komisaris di anak perusahaan BUMN yang diketahui rangkap jabatan.

Dari angka tersebut 254 diantaranya berasal dari kementerian. Lalu dari lembaga non kementerian ada 112 orang dan dari kalangan akademisi 31 orang.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X