Bulog: Beras Bantuan dari Pemerintah Kelas Premium

Kompas.com - 02/07/2020, 20:18 WIB
Direktur Utama Bulog Budi Waseso memperlihatkan contoh karung beras yang digunakan saat penyaluran bansos pemerintah untuk wilayah Jabodetabek, Jakarta, Selasa (23/6/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIDirektur Utama Bulog Budi Waseso memperlihatkan contoh karung beras yang digunakan saat penyaluran bansos pemerintah untuk wilayah Jabodetabek, Jakarta, Selasa (23/6/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perum Bulog menjamin beras bantuan dari pemerintah yang disalurkan pihaknya untuk masyarakat di kawasan Jabodetabek telah melalui tahap quality control yang sangat ketat.

Pengecekan tersebut meliputi kualitas warnanya, baunya, bebas kutu dan lainnya.

“Bahkan pernah ada kasus 50 ton beras di-reject setelah tidak lolos proses QC Bulog karena memang tidak layak untuk diberikan," ujar Direktur Operasi Bulog, Tri Wahyudi Saleh dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/7/2020).

Baca juga: Kekayaan Jeff Bezos Melonjak Lagi, Tembus Rp 2.526 Triliun

"Jadi memang bukan sembarang beras seperti yang ramai diberitakan sebelumnya, seperti beras raskin yang dibagikan. Jadi benar-benar beras premium bukan medium," sambungnya.

Kualitas beras yang disalurkan Bulog itu pun diakui oleh salah satu warga RT 01, Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat bernama Desi.

"Berasnya bagus tidak berkutu dan tidak hancur, dari warna juga putih tidak keruh dan tidak hitam,” kata dia.

Hal senada pun diungkapkan warga lainnya bernama Azis Ajiantoro. Dia berharap bantuan beras premium dapat kembali diberikan kepada warganya.

Baca juga: 7 Langkah Pemerintah Tekan Jumlah Pengangguran Selama Pandemi

"Sebagai pengurus RW saya lebih membutuhkan beras karena beras mudah dibagi dan juga untuk penyimpanan awet, bisa lumayan lama. Karena beras itu disimpan lebih mudah kita masak walaupun kekurangan tidak bisa membeli sembako kita masak pakai garam jadi bisa makan,” ucap dia.

Adapun beras premium yang telah disalurkan Bulog pada tahap pertama yang dilaksanakan pada 5-22 Mei 2020 dengan total beras 36.440 ton untuk 1.457.612 penerima.

Sedangkan di tahap kedua, disalurkan pada periode 1-15 Juni 2020 sebanyak 1.861.856 paket dengan total beras sebanyak 46.546 ton.

Baca juga: Bulog Serap 700 Ton Beras Petani Sepanjang Semester I 2020



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X