Luhut Minta Menteri KP Buat Keramba Kualitas Tinggi untuk Dorong Ekspor

Kompas.com - 03/07/2020, 13:00 WIB
Keramba ikan napoleon di Bunguran, Natuna, Kepulauan Riau. Gambar diambil pada Kamis (19/10/2017). KOMPAS.COM/PALUPI ANNISA AULIANIKeramba ikan napoleon di Bunguran, Natuna, Kepulauan Riau. Gambar diambil pada Kamis (19/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana mengembangkan karamba-karamba untuk ikan berkualitas tinggi di Batam. Sehingga, hal itu bisa mendongkrak ekspor perikanan hingga 100 persen.

Hal itu diungkapkan Luhut saat berkunjung ke Bintan, Batam, Kepulauan Riaubersama Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo meninjau keramba ikan yang akan diekspor.

Di selatan Batam akan kami buat keramba-keramba ikan berkualitas tinggi, sehingga bisa terus meningkatkan ekspor kita yang sekarang naik sekitar sepuluh persen, ya kalau bisa jadi 100 persen,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2020).

Luhut menambahkan, Menteri Kelautan dan Perikanan sudah mempunyai wacana membuat keramba berkualitas tinggi seperti yang ada di Papua. Nantinya akan ada tiga tempat keramba ikan yang akan dibuat.

Baca juga: Luhut Usulkan Lahan di Sumut Dijadikan Food Estate

Dalam kesempatan yang sama, Edhy Prabowo menilai, Batam memiliki potensi budidaya ikan yang sangat besar. Apalagi permintaan ekspor ikan di Batam kebanyakan berasal dari Singapura.

“Tidak perlu tempat besar dan kita bisa memproduksi berapa saja pun bisa. Seperti bawal, kerapu, lobster adalah ikan-ikan yang bisa kita budidayakan sendiri dan permintaannya dari Singapura cukup besar," ujarnya.

Saat ini, yang dibutuhkan agar mendorong ekspor ikan yang banyak adalah memperbesar jumlah masyarakat yang melakukan budidayanya. "Kita harus manfaatkan potensi ini dan pasar yang ada di depan mata,” katanya. 

Menurutnya, kalau dana APBN terbatas para budidaya perikanan bisa memanfaatkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang nilainya mencapai Rp 159 triliun. Dan anggaran tersebut belum seluruhnya terserap.  

“KKP punya dana Badan Layanan Umum (BLU) untuk usaha modal kelautan dan perikanan yang besarnya Rp 1,3 triliun dengan bunga yang hanya tiga persen. Saya berharap ini bisa kita jalankan dengan bantuan Pak Menko,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Intip Kekayaan Moeldoko, Eks Panglima TNI dan Ketum Demokrat Versi KLB

Intip Kekayaan Moeldoko, Eks Panglima TNI dan Ketum Demokrat Versi KLB

Whats New
Simak Poin Penting Aturan Turunan UU Cipta Kerja Sektor Perikanan dan Kelautan

Simak Poin Penting Aturan Turunan UU Cipta Kerja Sektor Perikanan dan Kelautan

Whats New
Telah Disetujui Senat, Masyarakat AS Bakal Dapat Bantuan Rp 20 Juta

Telah Disetujui Senat, Masyarakat AS Bakal Dapat Bantuan Rp 20 Juta

Whats New
Perlu Transfer? Ini Kode Bank BRI, BNI, BTN, dan Mandiri

Perlu Transfer? Ini Kode Bank BRI, BNI, BTN, dan Mandiri

Work Smart
Ingin Beli Rumah? Bank Syariah Indonesia Tawarkan Bunga Rendah dan Bebas Biaya Administrasi

Ingin Beli Rumah? Bank Syariah Indonesia Tawarkan Bunga Rendah dan Bebas Biaya Administrasi

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Langkah Mudah Beli Rumah DP Nol Persen | Kelola Penghasilan dengan 'Jirolupat' | Ingat 3 Hal Ini Sebelum Berutang

[KURASI KOMPASIANA] Langkah Mudah Beli Rumah DP Nol Persen | Kelola Penghasilan dengan "Jirolupat" | Ingat 3 Hal Ini Sebelum Berutang

Rilis
Berapa Gaji Pokok yang Didapatkan CPNS dan PPPK Lulusan SMA/SMK?

Berapa Gaji Pokok yang Didapatkan CPNS dan PPPK Lulusan SMA/SMK?

Whats New
Rute KA Mutiara Timur Diperpanjang Jadi Ketapang-Surabaya-Yogyakarta

Rute KA Mutiara Timur Diperpanjang Jadi Ketapang-Surabaya-Yogyakarta

Whats New
OJK: Saat Ini Ada 60 Bank Wakaf Mikro di Indonesia

OJK: Saat Ini Ada 60 Bank Wakaf Mikro di Indonesia

Whats New
Ini Jurus Pemerintah Dongkrak Sektor Industri Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Ini Jurus Pemerintah Dongkrak Sektor Industri Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Rilis
Penumpang Buka Jendela Darurat, Wings Air Ganti Pakai Pesawat Lain

Penumpang Buka Jendela Darurat, Wings Air Ganti Pakai Pesawat Lain

Whats New
Cara Membuka Tabungan Emas Pegadaian, Syarat, Biaya, dan Kekurangannya

Cara Membuka Tabungan Emas Pegadaian, Syarat, Biaya, dan Kekurangannya

Spend Smart
Tarif Retribusi dan Pajak Daerah di Tangan Jokowi, Setoran ke Pemda Makin Seret?

Tarif Retribusi dan Pajak Daerah di Tangan Jokowi, Setoran ke Pemda Makin Seret?

Whats New
Kampus Vokasi Kementerian ESDM Buka Penerimaan Baru Untuk Lulusan SMA Sederajat

Kampus Vokasi Kementerian ESDM Buka Penerimaan Baru Untuk Lulusan SMA Sederajat

Rilis
Menhub Beri Lampu Hijau Sinarmas Bangun Stasiun Jatake

Menhub Beri Lampu Hijau Sinarmas Bangun Stasiun Jatake

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X