Kompas.com - 03/07/2020, 15:54 WIB
Ilustrasi fintech. ShutterstockIlustrasi fintech.

Teror ini dimaksudkan untuk mempermalukan nasabah sehingga diharapkan bisa segera mempercepat pelunasan.

"Apabila masyarakat enggak bisa bayar akan dilakukan teror tiap hari. Di situ akan muncul situasi atau kondisi masyarakat yang khawatir," kata dia.

Baca juga: Satgas Waspada Investasi Kembali Temukan 105 Fintech Ilegal

Tekanan teror yang terjadi terus-menurus itu seringkali memicu nasabah untuk meminjam ke pinjol lainnya guna melunasi pinjaman sebelumnya. Ujung-ujungnya terus terjebak dengan lingkaran gali lubang tutup lubang.

Lebih parahnya, tekanan teror juga bisa memicu nasabah untuk melakukan tindakan kriminal demi melunasi pinjamannya. Kondisi ini yang membuat pinjol sangat perlu diwaspadai.

"Dalam kondisi khawatir masyarakat bisa melakukan hal-hal yang di luar kendali atau di luar batas hukum. Bisa pinjam lagi ke tempat lain dengan bunga lebih tinggi atau malah melakukan tindak pidana. Jadi ada efek dominonya," pungkasnya.

Baca juga: Penyerapan Dana PEN UMKM Baru 0,2 Persen dari Rp 123 T, Ini Kata Teten

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.