5 Cara Siapkan Diri Agar Terhindar dari Krisis Keuangan

Kompas.com - 04/07/2020, 08:11 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKSIlustrasi

KOMPAS.com - Krisis keuangan bisa terjadi kepada siapa saja. Gaji tinggi tak lagi jaminan, khususnya bagi mereka yang tidak pandai mengelola uang dengan baik tentu rentan terkena krisis keuangan.

Lalu, bagi mereka yang bergaji pas-pasan, kondisi mereka juga tak bisa dibilang aman secara finansial. Sebab, mereka masih harus berjuang mengelola pendapatannya agar tak terjebak utang yang bisa memicu terjadinya krisis keuangan.

Persoalannya adalah krisis keuangan dapat terjadi ‘tiba-tiba’ apalagi di tengah situasi pandemi virus corona saat ini. Meskipun ekonomi terlihat mulai bangkit perlahan-lahan dengan penerapan new normal tapi angka penyebaran virus corona masih tinggi.

Menyoal krisis keuangan pribadi, Anda sebaiknya senantiasa waspada dan bersiap diri sebab situasi sulit ini bisa terjadi kapan saja. Kenali penyebab umum krisis finansial rumah tangga, antara lain kehilangan pekerjaan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), kebangkrutan usaha atau mengalami keadaan darurat medis.

Menyikapi hal ini, Anda tak perlu khawatir berlebihan. Cukup lakukan persiapan yang maksimal sehingga Anda bisa terhindar dari krisis finansial. Apa saja itu? Simak ulasan lengkapnya dari Cermati.com.

1. Review dan Evaluasi Keuangan

Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah melakukan review dan evaluasi keuangan. Cek kondisi keuangan Anda saat ini seperti pengeluaran dan pemasukan bulanan. Apakah hasilnya, pengeluaran masih dalam batas aman atau sebaliknya?

Evaluasi keuangan adalah hal mendasar di mana Anda bisa mendeteksi apakah Anda berpotesi tinggi mengalami krisis keuangan dari faktor internal. Lakukan evaluasi keuangan dengan jujur, catat semua berapa total pemasukan, aset, investasi, tabungan hingga pengeluaran bulanan Anda.

2. Mulai Terapkan Bujet Keuangan

Langkah selanjutnya adalah menerapkan bujet keuangan. Caranya, cek kembali hasil evaluasi keuangan, dan buatlah bujet atau istilah lainnya yaitu pos-pos keuangan yang terbagi dalam kategori harian, mingguan, bulanan hingga tahunan.

Misalnya, bujet belanja bulanan, bujet cicilan, bujet menabung dan investasi, hingga bujet asuransi yang sifarnya per tahunan. Mulai terapkan perlahan dan disiplin. Jadikan hal ini sebagai kebiasaan pengelolaan keuangan yang sehat.

3. Prioritaskan Lunasi Utang dan Hemat Pengeluaran

Bagi Anda yang saat ini kondisi keuangan tidak sehat gara-gara utang yang menumpuk. Saatnya, Anda prioritaskan keuangan Anda untuk melunasi utang Anda dan mulailah hemat.

Mulailah membuat catatan semua utang-utang Anda, berikan keterangan atau label apakah utang Anda termasuk utang produktif atau konsumtif? Lalu, cek pos-pos keuangan mana yang Anda bisa ‘cut’ atau kurangi untuk diahlikan ke pos bayar/lunasi utang.

Misalnya, hasil review dan evaluasi utang Anda, ternyata Anda doyan belanja online sehingga utang paylater Anda cukup tinggi. Utang ini termasuk dalam utang konsumtif, ada bunga dari pinjaman paylater yang cukup tinggi jika Anda tidak segera melunasinya.

Mulai tekan pengeluaran untuk biaya gaya hidup dan prioritaskan dulu untuk kebutuhan biaya hidup dan melunasi utang. Utang konsumtif ini bila di biarkan nilainya bisa bertambah tinggi, dan tentunya bisa berpotensi menimbulkan krisis keuangan jika tak segera diatasi.

Baca Juga: Catat, Ini 7 Manfaat Asuransi Rumah yang Perlu diketahui

4. Siapkan Dana Darurat

Dana darurat itu penting. Apakah Anda sudah punya? Jika belum saatnya Anda mulai menyisihkan pendapatan untuk pos simpanan dana darurat.

Hitungan umum untuk menyiapkan dana darurat yang bisa diterapkan yaitu 3–6 kali dari pengeluaran total bulanan. Sebagai contoh, pengeluaran total bulanan Anda adalah Rp 5 juta, maka dana darurat yang perlu dimiliki adalah sebesar Rp15 juta hingga Rp25 juta.

Dana darurat ini memiliki banyak kegunaan, khususnya untuk antisipasi dari krisis keuangan. Misalnya, terjadi PHK sepihak, logikanya Anda akan membutuhkan waktu untuk menemukan pekerjaan baru. Tapi Anda tak perlu khawatir karena biaya hidup masih bisa teratasi dengan bantuan dana darurat.

5. Jaga Kesehatan dan Hidup Sehat

Sehat adalah hal utama. Di masa pandemi ini sebaiknya Anda tidak lupa menjaga kebersihan dan kesehatan. Mulai terapkan hidup sehat, konsumsi makanan sehat dan olah raga yang cukup. Selain menjaga kesehatan fisik, perhatikan dan jaga kesehatan mental juga.

Menjaga kesehatan dengan baik bisa menghindarkan diri Anda dari krisis keuangan. Biaya sakit dan berobat itu mahal. Jangan lupa miliki asuransi kesehatan agar bisa melindungi finansial Anda dari biaya-biaya berobat yang tak terduga.

Siapkan Keuangan Sebaik Mungkin

Roda kehidupan dan keuangan itu berputar, apabila Anda saat ini berada di puncak dan dalam kondisi aman secara finansial, pastikan Anda mengelolanya dengan baik agar terhindar dari krisis keuangan.

Namun tak perlu bersedih jika Anda berada di bawah. Anda bisa menyiapkan diri sebaikmungkin untuk memperbaiki kondisi keuangan agar lebih sehat. Terapkan 5 cara diatas dengan disiplin dan lihat perbedaannya. Selamat mencoba!

 

Artikel ini merupakan hasil kerjasama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Kekayaan Gatot Nurmantyo | Gurita Bisnis Tommy Soeharto

[POPULER MONEY] Kekayaan Gatot Nurmantyo | Gurita Bisnis Tommy Soeharto

Whats New
Naik Mulai Tahun Depan, Selembar Materai Harus Ditebus Rp 10.000

Naik Mulai Tahun Depan, Selembar Materai Harus Ditebus Rp 10.000

Whats New
Hasil Studi: Gen Z Menyerah Mengejar Pekerjaan Impian akibat Pandemi

Hasil Studi: Gen Z Menyerah Mengejar Pekerjaan Impian akibat Pandemi

Work Smart
Jonan Sebut Kampanye BBM Ramah Lingkungan Tugasnya Menkes Terawan

Jonan Sebut Kampanye BBM Ramah Lingkungan Tugasnya Menkes Terawan

Whats New
Tarif Tol Manado-Bitung Rp 1.100/Km, Menteri PUPR: Cukup Murah!

Tarif Tol Manado-Bitung Rp 1.100/Km, Menteri PUPR: Cukup Murah!

Whats New
BLT UMKM yang Sudah Ditransfer Harus Segera Dicairkan, Ini Alasannya

BLT UMKM yang Sudah Ditransfer Harus Segera Dicairkan, Ini Alasannya

Whats New
Cari Banyak Karyawan, Taspen: Kami Utamakan Orang yang Punya Kepedulian Tinggi

Cari Banyak Karyawan, Taspen: Kami Utamakan Orang yang Punya Kepedulian Tinggi

Whats New
Penyerapan BLT UMKM Belum 100 Persen, Pelaku Usaha Masih Bisa Daftar

Penyerapan BLT UMKM Belum 100 Persen, Pelaku Usaha Masih Bisa Daftar

Whats New
Punya e-Pas, Nelayan Bisa Agunkan Kapal ke Bank

Punya e-Pas, Nelayan Bisa Agunkan Kapal ke Bank

Whats New
Sri Mulyani Ingatkan Bahana soal PMN Rp 20 Triliun bukan Untuk Selesaikan Jiwasraya

Sri Mulyani Ingatkan Bahana soal PMN Rp 20 Triliun bukan Untuk Selesaikan Jiwasraya

Whats New
Sri Mulyani Ingatkan Prabowo soal Anggaran Rp137 Triliun Tak Hanya untuk Belanja Alutsista

Sri Mulyani Ingatkan Prabowo soal Anggaran Rp137 Triliun Tak Hanya untuk Belanja Alutsista

Whats New
MK Tolak Gugatan Ninmedia, MNC Group: Hak Siar Dilindungi Negara

MK Tolak Gugatan Ninmedia, MNC Group: Hak Siar Dilindungi Negara

Whats New
Digitalisasi dan Inovasi Produk, Upaya Bisnis Waralaba Bertahan Selama Pandemi

Digitalisasi dan Inovasi Produk, Upaya Bisnis Waralaba Bertahan Selama Pandemi

Smartpreneur
Menaker Ungkap Masih Ada Kendala Penyaluran Subsidi Gaji

Menaker Ungkap Masih Ada Kendala Penyaluran Subsidi Gaji

Whats New
Produk Soda Api Indonesia Kini Bebas Safeguard ke Ukraina

Produk Soda Api Indonesia Kini Bebas Safeguard ke Ukraina

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X