5 Cara Ini Efektif Ajarkan Anak Hemat dan Rajin Menabung

Kompas.com - 04/07/2020, 10:03 WIB
Ilustrasi: anak jajan KOMPAS.com/MASRIADI Ilustrasi: anak jajan

KOMPAS.com - Mengajarkan anak usia sekolah dasar agar bisa hemat dan rajin menabung uang jajan yang dimilikinya tentu bukan hal yang mudah.

Sifat anak-anak, yang masih polos dan memiliki keinginan akan banyak hal seperti jajan atau membeli banyak hal yang disukainya, cenderung boros.

Sebagai orang tua, mengajarkan anak-anak cara mengelola uang jajan agar mereka bisa hidup hemat dan rajin menabung tentu perlu kesabaran. Ilmu dasar yang setiap orangtua wajib ketahui yaitu anak-anak di usia sekolah dasar umumnya lebih mudah belajar dengan cara meniru.

Oleh sebab itu, metode yang dipandang efektif untuk mengajari anak-anak agar hidup hemat dan rajin menabung adalah dengan memberikan contoh langsung lewat perilaku orangtua-nya sehari-hari.

Selain memberikan contoh, tentu Anda juga perlu strategi bagaimana cara mengajarkan buah hati Anda agar mampu mengatur uang jajannya sendiri dan suka menabung. Berikut lima tips ringan mengelola uang yang dapat Anda praktikkan kepada si kecil, seperti dikutip dari cermati.com.

1. Berikan Uang Jajan Mingguan

Tanamkan cara mengelola uang jajan melalui pemberian uang jajan secara mingguan. Informasikan dulu kepada anak Anda dengan jelas bahwa ia hanya menerima uang jajan sekali, dan tidak akan ada tambahan uang jajan.

Pada awal penerapan, tentu tidak selalu mudah. Jangan kaget jika anak Anda bisa menghabiskan yang jajan dengan cepat dalam beberapa hari saja.

Tetap sabar, komunikasikan dengan si kecil agar ia paham bahwa jatah uang jajannya sudah habis dan ia harus bersabar sampai tiba waktunya menerima uang jajan kembali.

Ajari anak Anda mengelola uang jajanya. Misalnya, membeli jajan yang harganya mahal hanya seminggu sekali, mengurangi jajan di luar dan lebih banyak makan di rumah, dan belajar menyisihkan sebesar 10 persen dari uang jajanya untuk simpan guna membeli barang atau mainan yang disukainya.

2. Berikan Celengan Sesuai Kebutuhan

Ketika anak Anda sudah tahu dan bisa mengatur uang jajannya dengan baik, selanjutnya, ajari si kecil menabung. Siapkan celengan unik dan lucu agar anak semangat dan suka menabung.

Coba terapkan metode pembagian seperti tabungan tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang. Cara ini merupakan metode yang pas untuk mengajarkan anak tentang cara mewujudkan impiannya melalui menabung di rumah.

Contoh tabungan jangka pendek adalah menabung selama 1 bulan untuk membeli mainan atau makanan kesukaan. Lalu, tabungan jangka panjang adalah menabung selama 3 bulan atau lebih untuk beli sepeda, tas dan sepatu sekolah atau berlibur.

3. Ajarkan Pentingnya Merawat Barang

Ketika anak meminta dibelikan barang/mainan baru, jelaskan apabila Anda membelikannya maka uang jajan-nya akan dikurangi. Aksi ini akan membuat si kecil mulai berpikir dan tidak akan sering-sering meminta dibelikan barang/mainan baru karena tidak sepenuhnya gratis.

Ajarkan kepada si kecil cara merawat barang/mainan yang dimilikinya dengan baik. Tegaskan bahwa Anda hanya akan membeli yang baru apabila memang dibutuhkan. Cara ini secara tidak langsung mengajarkan anak Anda agar tidak terjerumus dalam kebiasaan belanja impulsif.

Selain itu, anak akan menyadari bedanya kebutuhan dan keinginan. Hal ini bisa membawa pengaruh besar sebab anak akan belajar dengan sendirinya cara berhemat dan hanya belanja sesuatu sesuai kebutuhannya.

Baca Juga: Hemat Uang dengan Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

4. Berikan Uang Jajan Bonus Setelah Membantu

Agar mereka bersemangat belajar keuangan, Anda juga bisa memberikan uang jajan ‘bonus’. Yakni, berikan uang jajan tambahan apabila mereka bersedia membantu Anda melakukan pekerjaan rumah, seperti membersihkan kamar, mencuci piring dan lain sebagainya.

Konsep ini membantu anak-anak untuk belajar memahami bahwa uang jajan yang diperoleh itu tidak hanya diberikan secara cuma-cuma tanpa usaha. Uang jajan ‘bonus’ adalah umpan agar mereka paham bahwa mereka bisa mendapatkan uang jajan lebih dengan membantu pekerjaan yang memberikan upah.

5. Berikan Motivasi Menabung

Untuk membantu anak-anak supaya rajin menabung, Anda bisa memotivasi mereka dengan cara meminta mereka menuliskan tujuan mereka menabung. Umumnya, anak kecil tidak memiliki tujuan yang spesifik ketika menyimpan uang. Hal ini wajar, dan Anda bisa memberikan mereka beberapa ide yang mereka sukai tentunya.

Setelah tujuan menabung dituliskan, yang utama adalah memantau agar si kecil disiplin menabung. Caranya mudah, Anda bisa memberikan contoh berupa uang ‘tabungan’ tambahan dari dompet Anda.

Semisal, setiap minggunya Anda akan ikut menyumbang uang tabungan mereka apabila mereka berhasil menabung 10 persen dari uang jajan mereka.
Tetap Semangat dan Jangan Mudah Putus Asa

Mengajarkan anak-anak tentang konsep keuangan memang tidak mudah. Tetapi apabila dilakukan dengan sabar dan rutin, mereka akan lebih cepat paham. Selalu berikan contoh dan kebiasaan baik untuk hidup hemat atau menabung. Tetap semangat mengajari si kecil dan selamat mencoba!

 

Artikel ini merupakan hasil kerjasama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Kekayaan Gatot Nurmantyo | Gurita Bisnis Tommy Soeharto

[POPULER MONEY] Kekayaan Gatot Nurmantyo | Gurita Bisnis Tommy Soeharto

Whats New
Naik Mulai Tahun Depan, Selembar Materai Harus Ditebus Rp 10.000

Naik Mulai Tahun Depan, Selembar Materai Harus Ditebus Rp 10.000

Whats New
Hasil Studi: Gen Z Menyerah Mengejar Pekerjaan Impian akibat Pandemi

Hasil Studi: Gen Z Menyerah Mengejar Pekerjaan Impian akibat Pandemi

Work Smart
Jonan Sebut Kampanye BBM Ramah Lingkungan Tugasnya Menkes Terawan

Jonan Sebut Kampanye BBM Ramah Lingkungan Tugasnya Menkes Terawan

Whats New
Tarif Tol Manado-Bitung Rp 1.100/Km, Menteri PUPR: Cukup Murah!

Tarif Tol Manado-Bitung Rp 1.100/Km, Menteri PUPR: Cukup Murah!

Whats New
BLT UMKM yang Sudah Ditransfer Harus Segera Dicairkan, Ini Alasannya

BLT UMKM yang Sudah Ditransfer Harus Segera Dicairkan, Ini Alasannya

Whats New
Cari Banyak Karyawan, Taspen: Kami Utamakan Orang yang Punya Kepedulian Tinggi

Cari Banyak Karyawan, Taspen: Kami Utamakan Orang yang Punya Kepedulian Tinggi

Whats New
Penyerapan BLT UMKM Belum 100 Persen, Pelaku Usaha Masih Bisa Daftar

Penyerapan BLT UMKM Belum 100 Persen, Pelaku Usaha Masih Bisa Daftar

Whats New
Punya e-Pas, Nelayan Bisa Agunkan Kapal ke Bank

Punya e-Pas, Nelayan Bisa Agunkan Kapal ke Bank

Whats New
Sri Mulyani Ingatkan Bahana soal PMN Rp 20 Triliun bukan Untuk Selesaikan Jiwasraya

Sri Mulyani Ingatkan Bahana soal PMN Rp 20 Triliun bukan Untuk Selesaikan Jiwasraya

Whats New
Sri Mulyani Ingatkan Prabowo soal Anggaran Rp137 Triliun Tak Hanya untuk Belanja Alutsista

Sri Mulyani Ingatkan Prabowo soal Anggaran Rp137 Triliun Tak Hanya untuk Belanja Alutsista

Whats New
MK Tolak Gugatan Ninmedia, MNC Group: Hak Siar Dilindungi Negara

MK Tolak Gugatan Ninmedia, MNC Group: Hak Siar Dilindungi Negara

Whats New
Digitalisasi dan Inovasi Produk, Upaya Bisnis Waralaba Bertahan Selama Pandemi

Digitalisasi dan Inovasi Produk, Upaya Bisnis Waralaba Bertahan Selama Pandemi

Smartpreneur
Menaker Ungkap Masih Ada Kendala Penyaluran Subsidi Gaji

Menaker Ungkap Masih Ada Kendala Penyaluran Subsidi Gaji

Whats New
Produk Soda Api Indonesia Kini Bebas Safeguard ke Ukraina

Produk Soda Api Indonesia Kini Bebas Safeguard ke Ukraina

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X