BNI, Bank Komersial Tertua Indonesia yang Sempat Jadi Bank Sentral

Kompas.com - 05/07/2020, 12:12 WIB
Gedung BNI KONTAN/ Daniel PrabowoGedung BNI

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (KOMPAS100: BBNI) hari ini, Minggu (5/7/2020) berulang tahun untuk yang ke-74.

BNI yang didirikan pada 5 Juli 1946 ini, merupakan bank komersial tertua dalam sejarah Republik Indonesia. Tanggal berdirinya BNI diperingati sebagai Hari Bank Nasional.

Berdirinya BNI tak terlepas dari perjuangan rakyat Indonesia memperjuangkan kemerdekaan. Saat itu, ada keinginan mencapai perekonomian yang lebih baik, serta memiliki alat tukar yang mendukung sebuah transaksi.

Pada 19 September 1945, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk mendirikan sebuah bank.

Pemerintah pun memberikan mandat kepada R.M. Margono Djojohadikoesoemo yang sebelumnya merupakan anggota Badan Penyidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Pada 9 Oktober 1945, dibentuk Yayasan Poesat Bank Indonesia, hingga akhirnya pada 5 Juli 1946, berdirilah bank sentral dengan nama Bank Negara Indonesia (BNI). Poesat Bank Indonesia dengan Bank Negara Indonesia melebur menjadi satu.

Dikutip dari dokumen Sejarah Bank Indonesia, status BNI sebagai bank sentral tidak tercantum secara tegas dalam Undang Undang No. 2 Prp. 1946, namun beberapa pasalnya mengamanatkan tugas kebanksentralan, antara lain dinyatakan dalam pasal 1, pasal 6, pasal 7, dan pasal 10.

Di dalam beleid yang mengatur pendirian BNI, pemerintah melakukan peleburan "JajasanPoesat Bank Indonesia" ke dalam bank tersebut.

Baca juga: Erick Thohir Tantang BNI Bisa Jadi Bank Skala Internasional

Kala itu, sebagai bank sentral atau bank sirkulasi, BNI mulai mengedarkan alat pembayaran resmi pertama setelah beberapa bulan berdiri.

Oeang Republik Indonesia (ORI) merupakan mata uang pertama yang dihasilkan dan diedarkan pada 30 Oktober 1946.

ORI tampil dalam bentuk uang kertas dengan berisi tanda tangan Menteri Keuangan. Meskipun ORI belum sampai ke seluruh pelosok Indonesia, rakyat sangat berbangga karena Indonesia sudah memiliki alat tukar sendiri.

Hingga akhirnya pada 1949 BNI tak lagi berfungsi sebagai bank sirkulasi karena pemerintah mengalihkannya ke De Javasche Bank yang merupakan bank bentukan Belanda pada 1828. De Javasche Bank sendiri merupakan cikal bakal dari Bank Indonesia saat ini.

Selanjutnya, pada 1950, pemerintah memberikan izin kepada BNI untuk menjadi bank devisa dengan tujuan memfasilitasi kegiatan ekspor perkebunan.

Baca juga: New Normal, BNI Siap Ubah Outlet Konvensional Jadi Digital

Oeang Republik Indonesia (ORI)Kemenkeu Oeang Republik Indonesia (ORI)
Selain itu, BNI ditetapkan sebagai bank pembangunan dan memiliki akses ke luar negeri tanpa harus melalui De Javasche Bank. Secara resmi, melalui Undang-Undang Darurat Nomor 2 tahun 1955, BNI menjadi bank umum dengan jangkauan usaha yang lebih luas.

Melalui Ketetapan Presiden No 17 Tahun 1965 tentang integrasi bank pemerintah, BNI berubah namanya menjadi Bank Negara Indonesia Unit III.  Kemudian melalui Undang-undang No 18 tahun 1968, Bank Negara Indonesia III diubah menjadi Bank negara Indonesia 1946.

Dikutip dari laman resmi BNI, perseroan merupakan Bank BUMN pertama yang menjadi perusahaan publik setelah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada November 1996.

Tahun 2004, identitas perusahaan diperbarui dengan mempersingkat "Bank BNI" menjadi "BNI", sedangkan tahun pendirian digunakan sebagai logo perusahaan.

Saat ini, 60 persen saham-saham BNI dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia, sedangkan 40 persen sisanya dimiliki oleh masyarakat, baik individu maupun institusi, domestik dan asing.

BNI kini tercatat sebagai Bank nasional terbesar ke-4 di Indonesia, dilihat dari total aset, total kredit maupun total dana pihak ketiga.

Hingga akhir 2019, aset BNI mencapai Rp 845,61 triliun atau tumbuh 4,6 persen yoy dibandingkan akhir 2018 sebesar Rp 808,57 triliun.

Kini BNI memeliki ribuan kantor cabang di seluruh Indonesia dan 8 cabang di luar negeri mulai dari Tokyo hingga London.

Baca juga: Bisa Tarik Tunai di ATM BNI Tanpa Kartu, Begini Caranya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X