Sederet Klaim Kementan Soal Kalung Ajaib Eucalyptus Anticorona

Kompas.com - 05/07/2020, 13:32 WIB
Prototipe antivirus corona eucalyptus oleh Kementan DOK. Humas Kementerian PertanianPrototipe antivirus corona eucalyptus oleh Kementan

Sementara itu, Kepala Balai Besar penelitian Veteriner, Indi Dharmayanti, berujar kalau produk ini efektif digunakan setiap hari.

Sebab hanya dengan 5-15 menit diinhalasi akan efektif bekerja sampai ke alveolus. Artinya dengan konsentrasi 1 persen saja sudah cukup membunuh virus 80-100 persen.

Baca juga: Kalung Antivirus Corona Disoroti, Ini Kata Kementan

Bahan aktif utamanya, terdapat pada cineol-1,8 yang memiliki manfaat sebagai antimikroba dan antivirus melalui mekanisme M pro.

M pro adalah main protease (3CLPro) dari virus corona yang menjadi target potensial dalam penghambatan replikasi virus corona.

Penelitian menunjukkan eucalyptol ini berpotensi mengikat protein M pro sehingga menghambat replikasi virus.

"Produk ini dapat melegakan saluran pernapasan, kemudian menghilangkan lendir, pengusir serangga, disinfektan luka, penghilang nyeri, mengurangi mual, dan mencegah penyakit mulut," kata Indi.

Baca juga: Kementan akan Produksi Kalung Eucalyptus, Ini Tanggapan Akademisi UGM

Sebelumnya seperti dikutip dari Kontan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan, pihaknya akan memproduksi massal kalung dan minyak eucalyptus antivirus corona pada Agustus 2020.

Kalung dan minyak eucalyptus obat corona tersebut didapatkan dari hasil penelitian Balai Peneilitan dan Pengembangan Kementerian Pertanian dari tanaman kayu putih.

"Ini antivirus corona, dari hasil penelitian dari litbang Kementerian Pertanian. Berasal dari pohon kayu putih. Dari 700 jenis pohon kayu putih satu yang bisa mematikan virus corona. Ini hasil laboratorium kita, dan bulan depan akan kami produksi," kata Syahrul saat ditanya wartawan apa manfat kalung yang baru-baru ini ia kenakan.

Syahrul menjelaskan hal itu pada sela-sela jumpa pers seusai bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), di Kantor Kementerian PUPR. Pernyataan Syahrul ini juga diunggah di akun Youtube Kementerian Pertanian.

Baca juga: 5 Orang Paling Tajir di Indonesia Berkat Sawit

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X