Percepat Realisasi Anggaran Pemerintah di Semester II akan Dorong Ekonomi RI

Kompas.com - 06/07/2020, 14:58 WIB
Budi Hikmat KOMPAS.com/Sakina Rakhma Diah SetiawanBudi Hikmat

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bahana TCW Investment Management menyatakan percepatan realisasi belanja pemerintah pada semester dua bisa mendorong pemulihan daya beli masyarakat yang turun akibat pandemi COVID-19.

Kepala Makroekonomi dan Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat menuturkan, hal itu sekaligus meningkatkan kredibilitas kebijakan stimulus pemerintah terutama bagi investor asing.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan defisit anggaran hingga akhir Mei sebesar Rp 179,6 triliun, setara dengan 1,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Padahal, target defisit Pemerintah direncanakan mencapai 6,3 persen dari PDB.

 

Baca juga: Presiden Marah soal Anggaran Kesehatan, Datanya Benarkah?

Realisasi belanja negara baru mencapai Rp 843,9 triliun dari total target Anggaran Belanja Negara (APBN) sesuai Perpres 72/2020 sebesar Rp 2.739,16 triliun. Realisasi itu minus 1,4 persen dibanding setahun silam.

Sementara, realisasi anggaran kesehatan hanya sekitar 4,68 persen dari total pagu anggaran Rp 87,55 triliun.

Rendahnya realisasi anggaran kesehatan ini disebabkan adanya kendala teknis seperti keterlambatan pengajuan klaim, verifikasi tenaga kesehatan dan kendala administrasi lainnya.

Belum optimalnya realisasi anggaran belanja ini mengakibatkan pertumbuhan uang beredar (M1 growth), sebagai acuan daya beli secara moneter, Indonesia lebih rendah dibandingkan negara lainnya.

“Di saat masyarakat kesulitan finansial dan lemahnya keberanian perbankan memacu kredit, sangat dibutuhkan kebijakan counter-cycle Pemerintah melalui beragam stimulus fiskal dan moneter," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (6/7/2020)

Menurut Budi, pihaknya menghitung dampak moneter stimulus antisipatif pemerintah tahun ini sekitar Rp 1.160 triliun. Karena itu, dia berharap pemerintah bisa segera mengoptimalkan realisasi belanja negara di semester dua.

Budi menilai realisasi stimulus yang lebih cepat dan efektif merupakan katalis penting bagi pasar modal hingga akhir tahun.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X