Garuda, Lion Air, dan Sriwijaya Air Mem-PHK Pegawai, Mengapa?

Kompas.com - 06/07/2020, 16:07 WIB
Ilustrasi penumpang pesawat, bepergian di tengah pandemi virus corona. ShutterstockIlustrasi penumpang pesawat, bepergian di tengah pandemi virus corona.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 telah memberikan pukulan telak bagi industri penerbangan di seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia.

Hampir semua maskapai nasional telah melakukan perampingan karyawan.

Bermula dari Garuda Indonesia yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 150 pilotnya, kemudian disusul oleh Lion Air Group yang memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak 2.600 karyawannya, dan yang terbaru adalah Sriwijaya Air.

Baca juga: Setelah Garuda dan Lion Air, Giliran Sriwijaya yang Kurangi Karyawan

Pengamat penerbangan AIAC Arista Atmadjati mengatakan, imbas pandemi Covid-19 yang sudah mulai merebak pada Februari lalu masih terasa berat oleh semua maskapai nasional.

Rendahnya tingkat okupansi telah menggerus pendapatan maskapai.

"PHK tidak terelakkan. Semua dunia kayak gitu," katanya kepada Kompas.com, Senin (6/7/2020).

Menurut dia, meski pemerintah sudah memberikan relaksasi kepada maskapai, dengan ditingkatkannya batasan okupansi menjadi 70 persen total kapasitas pesawat, tetapi hal tersebut dinilai belum mampu mendongkrak pendapatan maskapai.

Baca juga: Imbas Covid-19, Lion Air Pangkas 2.600 Karyawan

Sebab, maskapai disebut masih melakukan efisiensi dengan tidak mengerahkan semua armada pesawatnya.

"Penggunaan armada masksimal rata-rata baru 30 persen. Bahkan Lion Air bulan lalu 10 persen. Garuda ngakunya 30 persen," katanya.

Lebih lanjut, Arista menyebutkan, kontribusi gaji atau upah karyawan terhadap total biaya operasional maskapai hanya sebesar 10-15 persen.

Namun, dengan kondisi okupansi dan armada yang masih rendah, perampingan karyawan dinilai langkah yang tidak terelakkan oleh maskapai.

"Komponen 10-15 persen itu kalau pesawat terbang semua. Saat ini tidak, di situlah problemnya," ucap dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X