KILAS

Terancam Kekeringan, Petani Diimbau Percepat Tanam dengan Pompanisasi

Kompas.com - 06/07/2020, 17:48 WIB
Ilustrasi padi di subak Jatiluwih, Bali. SHUTTERSTOCK/ROBERT HAANDRIKMANIlustrasi padi di subak Jatiluwih, Bali.

KOMPAS.com - Indonesia diprediksi akan mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang. Untuk itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, mengajak semua insan pertanian mendampingi petani dalam percepatan tanam padi musim tanam II.

“Sebagaimana prediksi FAO (Organisasi Pangan Dunia), terdapat ancaman musim kemarau panjang yang dapat menyebabkan kekeringan, termasuk bagi Indonesia, Dampaknya, bisa terjadi krisis pangan," kata Syahrul, Senin (29/6/2020), seperti dalam keterangan tertulisnya.

Untuk itu, kata Mentan, petani harus segera tanam usai panen. Ia juga meminta petani untuk memanfaatkan sisa air yang tersedia di musim hujan ini

Senada dengan Syahrul, Direktorat Jenderal (Dirjen) Prasana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengutarakan, petani harus memaksimalkan sumber-sumber yang ada untuk mengairi lahan, termasuk pompa.

Baca juga: Sambut Musim Kemarau, UPJA Parigi Moutong Sulteng Lakukan Percepatan Tanam

Pasalnya, pompanisasi merupakan salah satu upaya untuk mendukung ketersediaan dan pemenuhan kebutuhan air pertanian, khususnya pada area di luar sistem irigasi teknis.

“Petani bisa memaksimalkan pompa untuk mengairi lahan dan mengisi embung sebagai antisipasi musim kemarau,” kata Sarwo.

Petani di Kalimantan Tengah terapkan pompanisasi

Adapun Pimpinan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Kecamatan, Katingan Kuala Mario, Kalimantan Tengah menggatakan, terdapat beberapa kelompok tani (poktan) yang telah menerapkan pompanisasi.

Mereka antara lain Poktan Sido Dadih dan Poktan Sido Mulyo di Desa Bumi Subur, serta Poktan Pamadi Putri di Desa Subur Indah.

Pada akhir April 2020, Poktan Sido Dadih telah menanam padi varietas Inpari 32 seluas 80 hektar, yang diperkirakan akan panen pada akhir Juli 2020.

Kemudian, Poktan Sido Mulyo telah menanam padi varietas Inpari 42 seluas 80 hektar pada akhir April 2020, dan diperkirakan akan panen pada awal Agustus 2020.

Baca juga: Hadapi Musim Kemarau, Kementan Siapkan Pompanisasi dan Pipanisasi

Sementara itu, pada pertengahan Mei 2020 Poktan Pamadi Putri telah menanam padi varietas Hibrida seluas 80 hektar, yang diperkirakan akan panen sekitar Kamis (20/8/2020).

Di luar itu, pada April 2020, petani di Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, juga telah melakukan percepatan tanam padi dengan memanfaatkan pompa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Diperbolehkan Daftar Sekolah Kedinasan dan Ikut Tes CPNS/PPPK?

Apakah Diperbolehkan Daftar Sekolah Kedinasan dan Ikut Tes CPNS/PPPK?

Work Smart
Jalin Kerja Sama dengan JPEN, PGN Berusaha Dorong Daya Saing Industri Jateng

Jalin Kerja Sama dengan JPEN, PGN Berusaha Dorong Daya Saing Industri Jateng

Rilis
Kemenperin Targetkan Industri Farmasi Tumbuh Double Digit pada 2021

Kemenperin Targetkan Industri Farmasi Tumbuh Double Digit pada 2021

Whats New
Permintaan Kredit Terus Tumbuh, Ini Indikatornya

Permintaan Kredit Terus Tumbuh, Ini Indikatornya

Whats New
[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Beda Nasib LG dan Samsung | Belajar dari Italia Melestarikan Ekosistem Lingkungan

[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Beda Nasib LG dan Samsung | Belajar dari Italia Melestarikan Ekosistem Lingkungan

Rilis
Sandiaga Uno Targetkan Bali Bisa Dikunjungi Wisman Pada Tahun Ini

Sandiaga Uno Targetkan Bali Bisa Dikunjungi Wisman Pada Tahun Ini

Whats New
Aset TMII Capai Rp 20,5 Triliun, Kemenkeu: Baru Tanahnya Saja

Aset TMII Capai Rp 20,5 Triliun, Kemenkeu: Baru Tanahnya Saja

Whats New
Masih Calon Pulau, KKP Cek Lebih Lanjut Kemunculan Pulau Baru Usai Badai Seroja

Masih Calon Pulau, KKP Cek Lebih Lanjut Kemunculan Pulau Baru Usai Badai Seroja

Whats New
[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] 4 Alasan Perempuan di Desa Memilih Tandur sebagai Profesi | 'Power of Resilience' adalah Kunci

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] 4 Alasan Perempuan di Desa Memilih Tandur sebagai Profesi | "Power of Resilience" adalah Kunci

Rilis
Bernie Madoff, Penjahat Skema Ponzi Terbesar yang Meninggal di Penjara

Bernie Madoff, Penjahat Skema Ponzi Terbesar yang Meninggal di Penjara

Whats New
Ramadhan, Mendag Lutfi: Harga Bahan Pokok Stabil!

Ramadhan, Mendag Lutfi: Harga Bahan Pokok Stabil!

Whats New
Ada Reshuffle Kabinet, Siapa yang Bakal Jadi Menteri Investasi?

Ada Reshuffle Kabinet, Siapa yang Bakal Jadi Menteri Investasi?

Whats New
Akhiri Pekan, IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat

Akhiri Pekan, IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat

Whats New
Kemenkeu Ungkap TMII Tak Pernah Bayar PNBP, Bukan Pajak

Kemenkeu Ungkap TMII Tak Pernah Bayar PNBP, Bukan Pajak

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] PR Orangtua Mengenal Potensi Anak Sejak Dini | Edukasi ala Mangunwijaya

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] PR Orangtua Mengenal Potensi Anak Sejak Dini | Edukasi ala Mangunwijaya

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X