Dirut Garuda Ungkap Ancaman Bangkrut Hantui Industri Penerbangan RI

Kompas.com - 07/07/2020, 18:30 WIB
Direktur Utama Irfan Setiaputra dan Komisaris Utama Garuda Indonesia Triawan Munaf di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/1/2020). Kompas.com/AKHDI MARTIN PRATAMADirektur Utama Irfan Setiaputra dan Komisaris Utama Garuda Indonesia Triawan Munaf di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/1/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengungkapkan ancaman kebangkrutan sudah menghantui industri penerbangan nasional.

Ia menyatakan, di tengah memburuknya industri penerbangan akibat Covid-19, opsi menurunkan tarif tiket pesawat berpotensi semakin menekan kinerja maskapai.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan maskapai bangkrut apabila kembali menurunkan harga tiket pesawat.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyadari perlunya promosi, seperti harga tiket pesawat murah untuk mempercepat perbaikan sektor pariwisata.

Baca juga: Bos Garuda: Saat ini Penerbangan ke Bali Hanya Diisi 15-20 Penumpang

Namun, hal tersebut dinilai sulit dilakukan saat ini. Pasalnya, imbas dari pandemi Covid-19, bos maskapai pelat merah tersebut menyebutkan, tingkat okupansi pesawat hanya menyisakan 10 persen.

"Betul penting untuk memperoleh harga murah, tapi mohon dipahami hari ini industri penerbangan mengalami pukulan yang sangat besar. Kami jumlah penumpang tinggal 10 persen," tuturnya dalam gelaran Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI, Selasa (7/7/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh karenanya, apabila maskapai diminta untuk kembali menurunkan harga tiket, hal tersebut diyakini akan semakin menekan kinerja keuangan.

Baca juga: Garuda, Lion Air, dan Sriwijaya Air Mem-PHK Pegawai, Mengapa?

Ancaman kebangkrutan yang menghantui industri penerbangan dibuktikan dengan bangkrutnya maskapai dari negara tetangga, Thai Airways, Thailand.

"Di dekat kita ada Thai Airways. Jadi enggak usah terlalu kaget kalau dalam waktu dekat ada maskapai di Indonesia yang tidak tahan lagi (bangkrut)," ujarnya.

Dengan demikian, Irfan menekankan, satu-satunya cara untuk kembali menggenjot kinerja sektor pariwisata ialah dengan bekerja sama antar pihak terkait.

"Karena begitu industri ini recover, pariwisata akan recover dengan cepat," ucapnya.

Baca juga: Imbas Covid-19, Lion Air Pangkas 2.600 Karyawan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.