Kompas.com - 08/07/2020, 14:09 WIB
Petugas memberikan aba-aba saat kereta melintas di Stasiun Purwokerto KOMPAS.COM/Dok Humas PT KAI Daop 5 PurwokertoPetugas memberikan aba-aba saat kereta melintas di Stasiun Purwokerto

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo mengatakan, hinga akhir 2020 diperkirakan arus kas perseroannya akan tekor hingga Rp 3,448 triliun jika pandemi Covid-19 tak juga berakhir.

Atas dasar itu, pihaknya membutuhkan dana talangan dari pemerintah sebesar Rp 3,5 triliun untuk menjaga arus kas operasional hingga akhir 2020 nanti.

“Pada akhir tahun kas operasional kami akan mengalami negatif Rp 3,448 triliun” ujar Didiek saat rapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (8/7/2020).

Didiek menjelaskan, pendapatan perseroannya mulai tertekan sejak Maret 2020 lalu. Di Januari pendapatan KAI masih sebesar Rp 2,3 triliun. Sedangkan di Februari mulai turun menjadi Rp 1,2 triliun.

Baca juga: Pendapatan PT KAI Anjlok Akibat Pandemi Covid-19

Kemudian, di Maret makin menurun menjadi Rp 890 miliar. Tren penurunan pendapatan tersebut pun berlanjut di April yang hanya sebesar Rp 684 miliar.

Sementara itu, pengeluaran KAI untuk pembayaran kepada pemasok dan karyawan di Januari Rp 1,7 triliun, Februari Rp 749 miliar, Maret Rp 1,4 triliun, dan April Rp 1,2 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Inilah dampak Covid-19 langsung terasa di dalam cashflow kami,” kata Didiek.

Jika di total, lanjut Didiek, pengeluaran KAI hingga akhir 2020 untuk pembayaran kepada pemasok dan karyawan mencapai Rp 14,02 triliun. Sedangkan pendapatan hinga akhir tahun hanya mencapai Rp 11,98 triliun.

Belum lagi, KAI juga harus melakukan pembayaran bunga dan beban keuangan hingga akhir tahun Rp 920 miliar. Lalu, ada pembayaran pajak penghasilan Rp 479 miliar hingga akhir tahun.

Dengan kondisi arus kas seperti itu, KAI membutuhkan dana talangan sebesar Rp 3,5 triliun dari pemerintah.

“Sehingga kami harapkan pelunasan pinjaman Rp 35 triliun tadi, kami lakukan mulai 2022,” ucap dia.

Baca juga: Nasabah Jiwasraya: Apa Pun Skemanya, Kembalikan Uang Kami

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.