KILAS

Bersama IDI, Kementan Lakukan Uji Lanjutan Tanaman Eucalyptus

Kompas.com - 08/07/2020, 14:28 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo dan Ketua Umum Pengurus Besar IDI Daeng M. Faqih, saat Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Litbang Pertanian dengan IDI, di auditorium gedung D kantor pusat Kementan, Rabu (8/9/2020). DOK. Humas Kementerian PertanianMentan Syahrul Yasin Limpo dan Ketua Umum Pengurus Besar IDI Daeng M. Faqih, saat Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Litbang Pertanian dengan IDI, di auditorium gedung D kantor pusat Kementan, Rabu (8/9/2020).

KOMPAS.com – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), telah meneliti dan melakukan pengembangan awal varian produk eucalyptus.

Sekretaris Badan Litbang Pertanian Haris Sihabudin mengatakan, terdapat empat varian produk eucalyptus yang telah didaftarkan sebagai paten di Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham).

“Antara lain formula aromatik antivirus dengan nomor pendaftaran paten P00202003578, inhaler bernomor P00202003574, ramuan serbuk bernomor P00202003580, dan minyak atsiri eucalyptus,” kata Haris, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, jika dibiarkan, potensi tersebut akan percuma. Maka dari itu, pihaknya menjalin kerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia ( IDI).

Baca juga: Kalung Eucalyptus untuk Tangkal Corona, Ini Pendapat Guru Besar UGM

“Litbang kami punya laboratorium untuk meneliti, tanaman, dan penelitinya. Melalui kerja sama antara Kementan dan IDI, diharapkan terdapat riset lanjutan yang dilakukan secara bersinergi sesuai kompetensinya,” kata Syahrul.

Hal tersebut dikatakan Syahrul, saat Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Litbang Pertanian dengan IDI, di auditorium gedung D kantor pusat Kementan, Rabu (8/9/2020).

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar IDI Daeng M. Faqih mengatakan, pihaknya mendukung penelitian dan pengembangan tanaman eucalyptus oleh para peneliti Kementan.

“Kawan-kawan peneliti Kementan sudah melakukan penelitian awal, dan hasilnya baik. Kalau mau dipakai untuk pengobatan manusia, hasil penelitiannya harus dilanjutkan. Kami akan support,” kata Daeng.

Baca juga: Kementan Bakal Gandeng UI untuk Uji Klinis Produk Eucalyptus

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut menjadi bentuk sinergitas lintas sektoral untuk mendukung konsep one-health, kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Daeng menambahkan, kerja sama itu juga menjadi awal kebangkitan kemandirian melalui penggalian potensi alam. Pasalnya, mayoritas bahan obat yang digunakan masyarakat masih impor.

“Ini murni berangkat dari kekayaan alam Indonesia. Ini yang strategis, yang perlu didorong, dan IDI menganggap itu penting. Kami nggak masalah munculnya dari mana. Kebetulan munculnya dari Kementan,” kata Daeng.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Hitungan Baru Gaji PNS | Jelang Pilkada 2020 | Takdir Kostum Bekas Pemain

[POPULER DI KOMPASIANA] Hitungan Baru Gaji PNS | Jelang Pilkada 2020 | Takdir Kostum Bekas Pemain

Rilis
Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Whats New
Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Smartpreneur
Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Earn Smart
[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

Whats New
Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Whats New
Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Work Smart
Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Whats New
Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Whats New
Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Whats New
Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Spend Smart
Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Whats New
Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Whats New
Harga Emas Akhirnya Turun Setelah 3 Hari Berturut-turut Naik

Harga Emas Akhirnya Turun Setelah 3 Hari Berturut-turut Naik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X