Produk Kesehatan dan Bumbu Masakan Paling Diincar Selama Pandemi

Kompas.com - 08/07/2020, 17:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendiri dan sekaligus Co-Founder Pomona Benz Budiman mengatakan, pandemi virus corona membuat kebutuhan masyarakat akan produk sehari-hari berubah.

Ia menyebut, walnya banyak masyarakat membeli produk kecantikan dan perawatan wajah, sekarang semenjak mewabahnya pandemi Covid-19, masyarakat lebih memilih untuk membeli produk-produk kategori farmasi dan bahan-bahan masakan.

"Tentu berdasarkan data kami, kategori farmasi mendapatkan popularitas yang tinggi untuk memastikan kesehatan mereka. Bahan-bahan memasak juga naik seiring mereka lebih banyak di rumah aja dan tertarik untuk melakukan kegiatan seperti memasak," ujarnya saat diskusi virtual, Rabu (8/7/2020).

Baca juga: Selain Produk Kesehatan, Penjualan Online Barang Ini Juga Melonjak Selama Pandemi

Secara detail, Benz menyebutkan, untuk kategori makanan kering, sebelum Covid-19 mulai mewabah di dunia, ada 14 persen masyarakat yang membelinya.

Namun setelah Covid-19 mewabah secara global, jumlah pembeli makanan kering menurun sebesar 7 persen.

Kemudian, baru-baru ini keinginan masyarakat untuk membeli produk ini mulai menunjukkan angka kenaikan lagi.

"Yang paling signifikan menunjukkan kenaikan itu pada produk bumbu masakan. Sebelum ada Covid-19 yang membeli produk bumbu masakan ada 18 persen dan ketika ada Covid-19 naik drastis menjadi 44 persen. Begitupun dengan kategori produk farmasi, sebelum Covid-19 mewabah hanya 16 persen, nah sekarang naik drastis menjadi 48 persen," katanya.

Baca juga: Selama Pandemi, Sepeda Menjadi Produk yang Paling Banyak Dicari di Bukalapak

Berbeda dengan dua kategori itu, kategori produk hiburan yang menjadi kategori yang mengalami penurunan.

Saat Covid-19 belum mewabah yang tertarik untuk membeli produk hiburan ada 14 persen dan kini saat ada Covid-19 justru menurun menjadi 10 persen.

"Dari data-data ini bisa kita lihat, memang pada saat Covid-19 mewabah, tingkat kepedulian masyarakat terhadap kesehatannya meningkat drastis. Mereka lebih mengutamakan kebutuhan pokok dan kesehatan mereka, daripada kebutuhan lain-lainnya," jelas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mudah Transfer ShopeePay ke DANA dan Rekening Bank

Cara Mudah Transfer ShopeePay ke DANA dan Rekening Bank

Spend Smart
Tumbuh 11,95 Persen, Penyaluran Kredit Perbankan Capai Rp 333,51 Triliun di Oktober 2022

Tumbuh 11,95 Persen, Penyaluran Kredit Perbankan Capai Rp 333,51 Triliun di Oktober 2022

Whats New
Rekrutmen Bersama BUMN Gelombang II Ditutup Besok, Simak Cara Daftarnya

Rekrutmen Bersama BUMN Gelombang II Ditutup Besok, Simak Cara Daftarnya

Work Smart
Sepanjang 2022, OJK Tindak 618 Pinjol Ilegal

Sepanjang 2022, OJK Tindak 618 Pinjol Ilegal

Whats New
Isu Badai PHK, Perusahaan Otomotif Astrido Justru Buka 13 Posisi Lowongan Kerja

Isu Badai PHK, Perusahaan Otomotif Astrido Justru Buka 13 Posisi Lowongan Kerja

Work Smart
Sri Mulyani Sebut Jokowi Minta Jajarannya Antisipasi Persoalan Beras

Sri Mulyani Sebut Jokowi Minta Jajarannya Antisipasi Persoalan Beras

Whats New
Bidik Proyek Ekonomi Berkelanjutan, INA Gandeng Investment Fund for Developing Countries

Bidik Proyek Ekonomi Berkelanjutan, INA Gandeng Investment Fund for Developing Countries

Whats New
Data Center STT di Bekasi Dibangun untuk Jawab Kebutuhan Ekonomi Digital RI

Data Center STT di Bekasi Dibangun untuk Jawab Kebutuhan Ekonomi Digital RI

Whats New
Program Konversi Motor Listrik Lesu, Ini Penyebabnya

Program Konversi Motor Listrik Lesu, Ini Penyebabnya

Whats New
ASDP Tingkatkan Kapasitas Dermaga dan Armada Antisipasi Lonjakan Penumpang Selama Nataru

ASDP Tingkatkan Kapasitas Dermaga dan Armada Antisipasi Lonjakan Penumpang Selama Nataru

Whats New
Tahun Depan, The Fed Diyakini Tak Akan Seagresif 2022

Tahun Depan, The Fed Diyakini Tak Akan Seagresif 2022

Whats New
Pasar Gas Bumi di Semarang, Kendal, dan Batang Diperluas

Pasar Gas Bumi di Semarang, Kendal, dan Batang Diperluas

Whats New
Menpan-RB: Reformasi Birokrasi Bukan Tumpukan Kertas

Menpan-RB: Reformasi Birokrasi Bukan Tumpukan Kertas

Whats New
 Ajak Pengusaha AS Investasi, Airlangga Jamin Kepastian dan Kemudahan Berusaha

Ajak Pengusaha AS Investasi, Airlangga Jamin Kepastian dan Kemudahan Berusaha

Whats New
Menko Airlangga Proyeksi Inflasi Capai 5,5 Persen di Akhir 2022

Menko Airlangga Proyeksi Inflasi Capai 5,5 Persen di Akhir 2022

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.