Garuda Indonesia Berharap Dana Talangan Pemerintah Rp 8,5 Triliun Segera Direalisasikan

Kompas.com - 09/07/2020, 14:25 WIB
Pesawat Garuda Indonesia KOMPAS.com/ Bambang P. JatmikoPesawat Garuda Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berharap dana talangan dari pemerintah bisa segera cair guna menjaga kelangsungan bisnis perusahaan.

Direktur Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menuturkan perseroan akan menghadapi kondisi yang sulit jika dana talangan tersebut tidak terealisasi. Pandemi Covid-19, bagaimanapun, telah menyebabkan masyarakat tidak bepergian sehingga berpengaruh terhadap pendapatan perusahaan.

"Dana talangan dari pemerintah akan sangat membantu kami menghadapi kondisi saat ini. Dana tersebut akan kami gunakan sebagai modal kerja agar roda bisnis perusahaan tetap berjalan," ujarnya saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis (9/7/2020).

Baca juga: Bos Garuda: Pesawat Kita Bersaing Dapat Parkir di Bandara Soekarno-Hatta

Irfan menuturkan, dana talangan tersebut juga akan membantu kelancaran arus kas perusahaan sehingga bisa survive dalam kondisi seperti saat ini. Dia juga memastikan dana tersebut tidak untuk mem-PHK karyawan.

Namun demikian, Irfan mengaku belum tahu perkembangan terakhir mengenai proses pembahasan dana talangan yang disiapkan pemerintah tersebut. 

"Terus terang, bisnis Garuda akan sangat berat jika tidak ada dana talangan dari pemerintah. Saat ini yang kami lakukan adalah dengan melakukan restrukturisasi dan refinancing berbagai kewajiban agar tidak terlalu membebani keuangan kami," lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga sebelumnya mengatakan, dana talangan dari pemerintah ke Garuda Indonesia sebesar Rp 8,5 triliun bukan berasal dari dana APBN.

 

Baca juga: Dirut Garuda: Dana Talangan Pemerintah Bukan untuk Bayar Utang

Menurut dia, dalam hal tersebut pemerintah tak memberikan dana langsung ke Garuda Indonesia. Pemerintah, lanjut Arya, hanya akan menjadi penjamin bagi maskapai pelat merah itu.

“Dia (dana talangan) bukan (berasal dari) APBN, tapi dia seperti pinjaman diberikan kepada Garuda, dan Garuda lagi mencari siapa yang bisa memberikan dana tersebut Rp 8,5 triliun, jadi pemerintah hanya fungsinya sebagai penjamin, bukan pemberi dana,” ujar Arya saat teleconference dengan wartawan, Selasa (2/6/2020).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Garuda Indonesia Siap Layani Penerbangan Haji Tahun Ini

Garuda Indonesia Siap Layani Penerbangan Haji Tahun Ini

Whats New
Sri Mulyani Putar Otak, Siapkan Tunjangan Tambahan PNS yang Pindah Kerja ke IKN Baru

Sri Mulyani Putar Otak, Siapkan Tunjangan Tambahan PNS yang Pindah Kerja ke IKN Baru

Whats New
Dukung Smart City, BNI Kembangkan Ekosistem Digital di Sumatera Barat

Dukung Smart City, BNI Kembangkan Ekosistem Digital di Sumatera Barat

Rilis
Pemerintah Bakal Ubah Skema Subsidi Listrik, Seperti Apa?

Pemerintah Bakal Ubah Skema Subsidi Listrik, Seperti Apa?

Whats New
Inovasi Digital, Kunci Utama ANJ Tingkatkan Produktivitas Perusahaan

Inovasi Digital, Kunci Utama ANJ Tingkatkan Produktivitas Perusahaan

Whats New
Segera Manfaatkan, Subsidi Bunga KUR 3 Persen Berlanjut Tahun Ini

Segera Manfaatkan, Subsidi Bunga KUR 3 Persen Berlanjut Tahun Ini

Whats New
Gandeng BNI, Surge Tawarkan Biaya KUR Suku Bunga 6 Persen kepada UMKM

Gandeng BNI, Surge Tawarkan Biaya KUR Suku Bunga 6 Persen kepada UMKM

Rilis
Resmi, Harga Minyak Goreng Jadi Rp 14.000 Per Liter Mulai 19 Januari

Resmi, Harga Minyak Goreng Jadi Rp 14.000 Per Liter Mulai 19 Januari

Whats New
Kemendag Sebut 29 Perusahaan Sudah Kembali Ekspor Batu Bara

Kemendag Sebut 29 Perusahaan Sudah Kembali Ekspor Batu Bara

Whats New
Indonesia Berpeluang Jadi Hub Data Center Asia, Setelah Singapura dan Hongkong

Indonesia Berpeluang Jadi Hub Data Center Asia, Setelah Singapura dan Hongkong

Rilis
Durasi Pemadaman Listrik Turun Jadi 6 Jam Per Pelanggan

Durasi Pemadaman Listrik Turun Jadi 6 Jam Per Pelanggan

Whats New
Sri Mulyani Akui Dana Pemindahan IKN Masuk Anggaran PEN 2022

Sri Mulyani Akui Dana Pemindahan IKN Masuk Anggaran PEN 2022

Whats New
Insentif PPnBM Diperpanjang, Menperin Optimis Mobil di Bawah Rp 250 Juta Bakal Laku Keras

Insentif PPnBM Diperpanjang, Menperin Optimis Mobil di Bawah Rp 250 Juta Bakal Laku Keras

Whats New
Batik Air Kembali Buka Rute Jakarta-Banyuwangi, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya

Batik Air Kembali Buka Rute Jakarta-Banyuwangi, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya

Whats New
Kinerja Ekspor 2021 Capai 231,5 Miliar Dollar AS, Mendag Lutfi: Ini Tertinggi Sepanjang Sejarah

Kinerja Ekspor 2021 Capai 231,5 Miliar Dollar AS, Mendag Lutfi: Ini Tertinggi Sepanjang Sejarah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.