Bandingkan dengan Turki, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Relatif Stabil

Kompas.com - 09/07/2020, 15:42 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (5/3/2020). KOMPAS.com/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan kondisi pasar keuangan Indonesia relatif stabil jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia.

Ketika melakukan rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Kamis (9/7/2020) Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan meski pasar keuangan sempat mengalami gejolak pada bulan April hingga Mei lalu, namun kondisi kian stabil saat ini.

"Ini tidak terjadi di semua negara," ujar Sri Mulyani.

Bendahara Negara itu pun membandingkan kondisi Indonesia dengan Turki. Pasalnya, saat ini Turki dianggap mengalami krisis keuangan yang cukup parah.

Baca juga: Erick Thohir: Ekonomi Indonesia baru Pulih 100 Persen di 2022

Menurut dia, tingkat inflasi Turki mencapai 15 persen dengan depresiasi nilai tukar yang cukup parah.

"Kalau di Indonesia relatif cukup stabil," ujar Sri Mulyani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia mengatakan terjaganya kinerja perekonomian disebabkan oleh rekam jejak pemerintah dan Bank Indonesia (BI) diapresiasi oleh pelaku pasar global.

Hal tersebut menimbulkan kepercayaan dan mampu meredam gekolak serta kepanikan yang sempat terjadi pada Maret dan April lalu.

"Karena itu bersama otoritas moneter akan melakukan pengawalan terhadap kondisi ekonomi agar confidence terjaga dan pemulihan ekonomi bisa dilakukan secara bertahap secara efektif," jelas Sri Mulyani.

Sebelumnya Sri Mulyani memaparkan perekonomian Indonesia pada kuartal II tahun ini diproyeksi bakal terjerumus ke dalam zona negatif.

Baca juga: Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Semester I Masih Minus

Menkeu pun memaparkan, perekonomian Indonesia pada kuartal II tahun ini bakal tumbuh negatif 3,8 persen. Adapun kisarannya, pertumbuhan ekonomi RI bakal berada di ksaran -3.5 persen hingga -5.1 persen.

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi RI pada semester I tahun ini diperkirakan bakal berada di ksairan -1,1 hingga -0,4 persen.

"Kuartal I ini sudah terjadi penurunan cukup drastis karena Covid-19, yaitu ada penurunan pertumbuhan di ksiaran 3 persen, yaitu 2,97 persen, ini penurunan cukup tajam dibandingkan dengan rata-rata kita yang biasanya di atas 5 persen," jelas Sri Mulyani.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tuntutan Buruh ke Ridwal Kamil: Cabut Keputusan Kenaikan UMP Jabar 2022

Tuntutan Buruh ke Ridwal Kamil: Cabut Keputusan Kenaikan UMP Jabar 2022

Whats New
SKK Migas-Premier Oil Temukan Cadangan Migas di Perbatasan Indonesia-Vietnam

SKK Migas-Premier Oil Temukan Cadangan Migas di Perbatasan Indonesia-Vietnam

Whats New
Menurut Gubernur The Fed, Ini 3 Ancaman Varian Omicron ke Ekonomi AS

Menurut Gubernur The Fed, Ini 3 Ancaman Varian Omicron ke Ekonomi AS

Whats New
OJK Beberkan Tantangan yang Tengah Dihadapi oleh BPR dan BPRS

OJK Beberkan Tantangan yang Tengah Dihadapi oleh BPR dan BPRS

Whats New
DPR Restui Juda Agung dan Aida S. Budiman sebagai Calon Deputi Gubernur BI

DPR Restui Juda Agung dan Aida S. Budiman sebagai Calon Deputi Gubernur BI

Whats New
Cek Tarif SLO PLN 2021 untuk Tambah Daya dan Pasang Listrik Baru

Cek Tarif SLO PLN 2021 untuk Tambah Daya dan Pasang Listrik Baru

Whats New
Sri Mulyani: Indonesia Sudah Dikenal Jadi Penerbit Sukuk Terbesar

Sri Mulyani: Indonesia Sudah Dikenal Jadi Penerbit Sukuk Terbesar

Whats New
Kerjasama Smesco Indonesia dan Kimia Farma Bukukan Penjualan Produk UMKM Rp 3 Miliar

Kerjasama Smesco Indonesia dan Kimia Farma Bukukan Penjualan Produk UMKM Rp 3 Miliar

Rilis
Periode Libur Nataru, Ini Syarat Perjalanan Sopir Angkutan Logistik

Periode Libur Nataru, Ini Syarat Perjalanan Sopir Angkutan Logistik

Whats New
Kementan Pastikan Ketersediaan Pangan Aman Saat Nataru

Kementan Pastikan Ketersediaan Pangan Aman Saat Nataru

Whats New
Widodo Makmur Perkasa Tetapkan Harga IPO Rp 160, Incar Dana Segar Rp 707,04 Miliar

Widodo Makmur Perkasa Tetapkan Harga IPO Rp 160, Incar Dana Segar Rp 707,04 Miliar

Rilis
Kementan Optimalkan Pasar Mitra Tani untuk Amankan Pasokan Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru

Kementan Optimalkan Pasar Mitra Tani untuk Amankan Pasokan Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru

Rilis
APLN Bayarkan Kupon Obligasi Global Senilai 300 Juta Dollar AS

APLN Bayarkan Kupon Obligasi Global Senilai 300 Juta Dollar AS

Rilis
Bangkitkan Jiwa Kreativitas Masyarakat Indonesia, Jenius Gelar Co.Creation Week 2021

Bangkitkan Jiwa Kreativitas Masyarakat Indonesia, Jenius Gelar Co.Creation Week 2021

BrandzView
Pemerintah Mau Setop Impor BBM pada 2027

Pemerintah Mau Setop Impor BBM pada 2027

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.