Beberapa Sektor Membaik, Penerimaan Pajak Masih Jeblok 12 Persen

Kompas.com - 09/07/2020, 15:46 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019).
Penulis Mutia Fauzia
|

"Growth-nya ini hal yang terus dimonitor detail agar pemeirntah terus melakukan adjustment dalam merespons kebijakan," ujar dia.

Berdasarkan jenis pajaknya, Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi tumbuh positif 144,3 persen (yoy) di Juni 2020. Begitu juga dengan PPh Pasal 21 yang tumbuh 13,5 persen (yoy).

PPh 26 juga tumbuh positif 19,9 persen (yoy) dan PPh Final tumbuh 6,1 persen (yoy).

Namun demikian, PPh 22 Impor turun hingga 54,26 persen, PPh Badan turun 41 persen (yoy), dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri turun 27,7 persen, serta PPN Impor turun 5,6 persen (yoy).

Baca juga: Luhut: New Normal di Sektor Penerbangan Akan Segera Diaplikasikan

Menurut Sri Mulyani, tren penurunan aktivitas perdagangan internasional dan ekonomi akibat penyebaran virus corona itu telah terlihat sejak kuartal I 2020, di mana kinerja penerimaan pajak mengalami kontraksi 2,5 persen (yoy) serta pajak-pajak atas impor terkontraksi 8,1 persen (yoy).

Selain itu, perluasan pembatasan sosial dan pemanfaatan insentif fiskal dalam rangka pemulihan ekonomi turut menambah tekanan pada penerimaan pajak.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Memasuki bulan Juni, seiring dengan pelaksanaan kenormalan baru, peningkatan aktivitas ekonomi domestik mendorong kinerja penerimaan pajak menuju arah yang lebih baik," tambahnya.

Baca juga: Klaim Jaminan Hari Tua BP Jamsostek Naik 4 Kali Lipat, Kenapa?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X