Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Kompas.com - 09/07/2020, 16:37 WIB
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Hari Setiyono (tengah) dan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Ali Mukartono (kanan), dan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Andin Hadiyanto menunjukkan barang bukti berupa uang sitaan di kantor Kejagung, Jakarta, Selasa (7/7/2020). Kejagung mengeksekusi kilang LPG PT TLI di Tuban Jawa Timur dan uang senilai Rp 97 miliar hasil korupsi terpidana penjualan kondensat di BP Migas Honggo Wendratno, serta uang sebesar Rp73,9 miliar dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tahun 2008-2018. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
 ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAKepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Hari Setiyono (tengah) dan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Ali Mukartono (kanan), dan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Andin Hadiyanto menunjukkan barang bukti berupa uang sitaan di kantor Kejagung, Jakarta, Selasa (7/7/2020). Kejagung mengeksekusi kilang LPG PT TLI di Tuban Jawa Timur dan uang senilai Rp 97 miliar hasil korupsi terpidana penjualan kondensat di BP Migas Honggo Wendratno, serta uang sebesar Rp73,9 miliar dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tahun 2008-2018. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Nasabah pemegang polis Asuransi Jiwasraya, Machril SE meminta pemerintah fokus untuk mengembalikan dana nasabah korban PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Dia menilai, penggiringan nasabah ke Nusantara Life hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Nasabah hanya ingin dananya kembali secepatnya.

"Nasabah hanya ingin uangnya kembali, karena kebutuhan-kebutuhan yang harus menggunakan uang pembayaran Jiwasraya sudah mendesak sekali, apalagi dengan adanya Covid-19 lebih sulit," kata Machril kepada Kompas.com, Kamis (9/7/2020).

Baca juga: Nasabah Jiwasraya: Apa Pun Skemanya, Kembalikan Uang Kami

Dia mempertanyakan mengapa dana pemilik polis tak kunjung dibayar jika dananya tersedia Rp 60 triliun di holding asuransi PT BPUI.

"Tidak pernah digulirkan. Kemaren 18 Juni Bapak Presiden marah-marah dalam rapat dengan menteri, juga melontarkan kata-kata beliau bersedia menerbitkan Perppu demi bangsa dan negara. Apalagi kurangnya?," ungkap Machril.

Terkait tingkat bunga yang diperkecil, Machril kembali menegaskan nasabah tidak menerima tingkat bunga besar sekitar 13-14 persen yang disebut-sebut menjadi sumber kerugian Jiwasraya.

"Itu sudah lama terbantah, tidak perlu negosiasi (besaran bunga). Jiwasraya dapat bunga karena ditawarkan dan itu dilakukan secara resmi dan sah, tidak melanggar UU dan Peraturan yang berlaku. Perjanjian kami dengan Jiwasraya diawasi oleh OJK," sebut Machril.

Kendati demikian, jika pemerintah memiliki solusi baru dengan Nusantara Life, Machril mempersilakan selama dananya bisa kembali.

"Dipersilakan dengan hormat. Kami nasabah Jiwasraya tidak mau ganggu pemerintah," kata dia.

Baca juga: Meraba Akhir Riwayat Jiwasraya...

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal membentuk perusahaan asuransi baru, yakni Nusantara life untuk merestrukturisasi polis nasabah PT Asuransi Jiwasraya.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menuturkan, nasabah asuransi Jiwasraya bakal digiring untuk memindahkan polisnya ke Nusantara Life. Nasabah bakal diusulkan opsi-opsi restrukturisasi baik untuk polis tradisional maupun polis saving plan.

Kendati demikian, nasabah harus bersedia menyesuaikan tingkat bunga/imbal hasil (yield) yang ditentukan, sekitar 6-7 persen. Pasalnya imbal hasil yang diberikan Jiwasraya pada waktu itu terlalu tinggi, sekitar 13-14 persen.

Penyesuaian imbal hasil dilakukan agar Nusantara Life berkinerja sehat.

"Kami juga harus memastikan juga bahwa kedepannya Nusantara Life ini sehat. Oleh karena itu, kita juga akan melakukan perubahan-perubahan sebagai contoh, saat ini banyak polis yang bunganya tinggi-tinggi, 13 persen. Kita harus turunkan menjadi 6 persen - 7 persen sebagainya," ujar Tiko.

Baca juga: Restrukturisasi Polis Nasabah Jiwasraya, Pemerintah Bakal Bentuk Nusantara Life



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X