Luhut: UEA Minat Kerja Sama dengan RI untuk Produksi Vaksin

Kompas.com - 10/07/2020, 06:41 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan kuliah umum kepada ratusan perwira TNI, di Jakarta, Rabu (8/7/2020). Dokumentasi Humas Kemenko Kemaritiman dan InvestasiMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan kuliah umum kepada ratusan perwira TNI, di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Uni Emirat Arab (UEA) melirik sektor kesehatan di Indonesia untuk berkolaborasi membuat vaksin per tahun.

Hal ini ia sampaikan saat memberikan pembekalan dan berbagi pengalaman pada orientasi calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia,

“Rencananya, Uni Emirat Arab sangat berminat untuk bekerja sama dengan perusahaan Indonesia guna memproduksi vaksin, dengan rencana produksi hingga 1 juta vaksin per tahun," katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (9/7/2020).

Baca juga: Pesan Luhut kepada Ratusan Perwira: Sense of Crisis Mutlak Diperlukan

Luhut menambahkan, untuk riset dan inovasi ke depan, akan ada tiga negara yang akan bekerja sama dengan Indonesia. 

Ia memaparkan, mengenai sektor kesehatan, pada kondisi pandemi virus corona (Covid-19) ini juga membuka mata banyak negara, termasuk Indonesia.

Mantan Menko Polhukam ini berpendapat, Indonesia pun harus menyesuaikan berbagai dinamika pandemi, tentunya dengan terfokus kepada pemulihan ekonomi sekaligus juga penanganan kesehatan masyarakat. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Harus diakui, penanganan semakin baik walaupun kita tidak menafikan kekurangan yang ada dan itu selalu kita benahi, karena segala sesuatunya memang harus berhati-hati, apalagi ini untuk masyarakat," ungkapnya.

Baca juga: Luhut: New Normal di Sektor Penerbangan Akan Segera Diaplikasikan

Sebagai contoh keputusan tidak melakukan karantina total (lockdown). Pasalnya, ia menilai banyak pihak yang beranggapan ketika pemerintah tidak melakukan karantina total adalah taktik dan strategi yang baik.

"Badan keuangan dunia pun memuji langkah kita, karena perekonomian kita tidak tergoncang secara drastis,” ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.