Ada Pandemi, Gojek Sebut 100.000 Mitra UMKM Masuk ke Ranah Digital

Kompas.com - 10/07/2020, 07:39 WIB
Ilustrasi UMKM shutterstock.comIlustrasi UMKM

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat banyak masyarakat mulai beralih ke dunia digital, termasuk dalam hal transaksi.

Banyak dari mereka yang saat ini bertranskasi dengan memanfaatkan berbagi fitur-fitur yang ada di platform digital.

Pertumbuhan ini pun menguntungkan bagi sektor industri teknologi yang berkaitan dengan hal itu, termasuk Gojek

Baca juga: Menteri Teten: 789.000 UMKM Sudah Go Digital

Head of Merchant Platform Business Gojek Novi Tandjung mengatakan saat ini telah terjadi pertumbuhan jumlah UMKM yang bergabung ke ranah digital melalui platform Gojek.

Ia menyebut ada sekitar 100.000 mitra UMKM yang sudah bertransformasi dan memanfaatkan digitalisasi selama pandemi Covid-19 mewabah di tanah air.

"Kami melihat para pelaku UMKM di Indonesia betul-betul lincah dan mampu bergerak cepat. Hanya dalam 4 bulan, sudah ada sekitar 100.000 mitra UMKM yang Go Online dengan memanfaatkan platform Gojek," ujarnya saat diskusi virtual, Jumat (10/7/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Novi juga berpendapat kondisi pandemi ini yang menjadi pendorongnya. Sehingga banyak masyarakat yang memilih untuk bertransaksi secara digital di Gojek.

Baca juga: Selain PHK 430 Karyawan, Gojek Juga Tutup Layanan GoLife hingga GoFood Festival

Ia juga menyebut banyak pertumbuhan transaksi yang terjadi di platformnya seperti layanan transaksi di GoFood yang meningkat tiga kali lipat, layanan transaksi GoMart juga naik tiga kali lipat dan layanan pengiriman barang mengalami kenaikan sebesar hampir 90 persen.

Novi juga meminta para pelaku usaha untuk perlu beradaptasi dengan situasi yang baru yang harus menerapkan secara ketat berbagai protokol kesehatan, dengan menjaga jarak satu sama lain, memperhatikan kebersihan serta harus menggunakan masker.

Di lain sisi, Novi juga mengatakan perusahaanya telah melakukan studi terhadap para mitra UMKM- nya untuk memahami bagaimana keadaan para mitra UMKM-nya selama pandemi ini.

Novi mengaku memang ada beberapa mitra UMKM yang mengalami kesulitan selama pandemi ini.

"Mereka mengaku memang mengalami kesulitan, tetapi sekitar 82 persen dari mereka optimis untuk bisa bangkit. Mereka yakin bisa bertahan dan kembali bangkit lagi," katanya.

Selain itu, Novi mengatakan 5 dari 10 mitra UMKM ternyata tidak mengubah produk yang mereka jual. Tetapi para UMKM lebih memilih untuk mengubah variasi penawarannya dan melakukan berbagai promosi untuk bisa bertahan.

Sementara sebagian mitranya lagi, kata dia, telah menyesuaikan diri dengan berbagai keadaan yang saat ini masih belum stabil.

"Kami terus berupaya menggali informasi dari mereka dan ternyata ada setengahnya yaitu 5 dari 10 pelaku UMKM yang tidak mengubah produknya, melainkan mereka lebih memilih untuk melakukan pivoting untuk tetap terus bertahan di tengah pandemi ini," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.