IHSG Diproyeksikan Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kompas.com - 10/07/2020, 08:24 WIB
Ilustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Hari ini, Jumat (10/7/2020), Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) diproyeksikan akan bergerak melemah. Sebelumnya IHSG ditutup pada zona merah dengan penurunan 0,46 persen.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, pelemahan IHSG hari ini karena pelaku pasar mulai ambil untung setelah pergerakan indeks yang positif pada hari sebelumnya (Senin dan Rabu).

“Mungkin IHSG variatif bisa melemah, yang pertama pasar mulai profit taking setlah kenaikan beberapa hari,” kata Hans kepada Kompas.com, Jumat (10/7/2020).

Baca juga: Sempat Betah di Zona Hijau, IHSG Ditutup Turun 0,46 Persen

Selanjutnya, pasar juga terpengaruh oleh sentimen laba korporasi yang mulai keluar dan mempengaruhi pasar.

Beberapa perusahaan di AS menunjukkan laba korporasi yang jelek, dan berdampak pada penurunan indeks Dow Jones yang turun 1,39 persen.

Sementara itu, kenaikan jumlah kasus Covid-19 membuat beberapa negara bagian di AS kembali melakukan lockdown. Hal ini membuat perusahaan teknologi kembali mendapatkan keuntungan yang dibuktikan dari kenaikan indeks acuan teknologi Nasdaq sebesar 0,53 persen.

“Beberapa hasil laba korporasi jelek, makanya Dow Jones bergerak turun. Kemudian, perusahaan saham teknologi menguat, karena jumlah kasus Covid-19 meningkat dan banyak pembatasan membuat saham teknologi menguat,” tambah dia.

Baca juga: IHSG Dibuka di Zona Hijau

Di sisi lain, sentimen positif datang dari uji coba vaksin Moderna tahap tiga. Jika tahap tiga berhasil, maka akan dilanjutkan dengan penujian tahap 4, untuk kemudian bisa dipasarkan secara masal.

Sementara itu, jumlah kasus Covid-19 di China mulai meningkat, namun pemulihan ekonomi negara tersebut mulai menunjukkan perbaikan.

“(Dua) hal ini menjadi sentimen positif yang akan mempengaruhi pergerakan indeks,” tambah dia.

Hans memproyaksikan IHSG berpeluang konsolidasi melemah dengan level support 5.041 sampai dengan 4.985 dan resistance pada level 5,111 sampai dengan 5.200.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan KLHK Beri Pelatihan untuk Petani Hortikultura

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan KLHK Beri Pelatihan untuk Petani Hortikultura

Rilis
[TREN BISNIS KOMPASIANA] Corporate Culture, Berdamai dengan Pandemi | Elegi Toko Buku | Bisnis Jengkol yang Menjanjikan

[TREN BISNIS KOMPASIANA] Corporate Culture, Berdamai dengan Pandemi | Elegi Toko Buku | Bisnis Jengkol yang Menjanjikan

Rilis
Peserta Kartu Prakerja Diminta Segera Tautkan Nomor Rekening dan E-Wallet

Peserta Kartu Prakerja Diminta Segera Tautkan Nomor Rekening dan E-Wallet

Whats New
Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Rilis
Kabar Gembira, BRI Turunkan Suku Bunga Kredit untuk Semua Segmen

Kabar Gembira, BRI Turunkan Suku Bunga Kredit untuk Semua Segmen

Spend Smart
Perpres tentang Investasi Miras Dicabut, Bagaimana Nasib Usaha Eksisting?

Perpres tentang Investasi Miras Dicabut, Bagaimana Nasib Usaha Eksisting?

Whats New
BEI Minta Gojek dkk Segera Listing di Pasar Modal

BEI Minta Gojek dkk Segera Listing di Pasar Modal

Whats New
Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Whats New
Soal Salah Transfer Rp 51 Juta Berujung Pidana, Ini Faktanya Versi BCA

Soal Salah Transfer Rp 51 Juta Berujung Pidana, Ini Faktanya Versi BCA

Whats New
BKPM: Izin Pembangunan Industri Miras Sudah Ada sejak 1931

BKPM: Izin Pembangunan Industri Miras Sudah Ada sejak 1931

Whats New
Startup Madeinindonesia.com Fasilitasi UKM Lakukan Ekspor ke Berbagai Negara

Startup Madeinindonesia.com Fasilitasi UKM Lakukan Ekspor ke Berbagai Negara

Whats New
Bank Sahabat Sampoerna Akan Kian Agresif Garap Digital Banking

Bank Sahabat Sampoerna Akan Kian Agresif Garap Digital Banking

Whats New
Unrealized Loss Bisa Terjadi Pada Setiap Investor Pasar Modal, Begini Penjelasannya

Unrealized Loss Bisa Terjadi Pada Setiap Investor Pasar Modal, Begini Penjelasannya

Whats New
Pemerintah Targetkan 600.000 Unit Kendaraan Berbasis Listrik pada 2030

Pemerintah Targetkan 600.000 Unit Kendaraan Berbasis Listrik pada 2030

Whats New
Bertemu 5 Mantan Menteri BUMN, Erick Thohir: Diskusinya Berkesan

Bertemu 5 Mantan Menteri BUMN, Erick Thohir: Diskusinya Berkesan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X