Batang, Dulu Dikenal Jalur Angker, Kini Diincar Investor

Kompas.com - 10/07/2020, 11:23 WIB
Presiden Jokowi melakukan peninjauan di lokasi Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia yang terletak di Desa Ketanggan. Kec Gringsing, Kabupaten Batang, Selasa 30/06/2020. Presiden Jokowi didampingi Menteri BKPM, Menteri BUMN, Menteri PUPR, Menteri Perhubungan dan Menseskab. Agus SupartoPresiden Jokowi melakukan peninjauan di lokasi Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia yang terletak di Desa Ketanggan. Kec Gringsing, Kabupaten Batang, Selasa 30/06/2020. Presiden Jokowi didampingi Menteri BKPM, Menteri BUMN, Menteri PUPR, Menteri Perhubungan dan Menseskab.

BKPM melalui tim satuan tugas (satgas) khusus relokasi investasi berkomitmen untuk mengawal proses relokasi ini dan terus melakukan negosiasi dengan berbagai perusahaan untuk dapat menarik lebih banyak investor yang bersedia merelokasi usahanya ke Indonesia dari negara lain,” kata Bahlil.

Letak Kabupaten Batang terbilang stretegis yang berada di lintasan Tol Trans Jawa dan Kereta Api Jakarta-Surabaya. Daerah ini juga lokasinya tak jauh dari Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang.

Baca juga: Cerita Baru dari PLTA Batang Toru, Energi Terbarukan dan Masa Depan

Meski demikian, jauh sebelum dilirik investor, Batang adalah kawasan yang sering diidentikan dengan Alas Roban. Sebuah ruas jalan nasional yang merupakan bagian dari Jalur Pantura yang membelah hutan di kabupaten ini.

Dulunya, lantaran kontur jalannya yang meliuk-liuk dan curam karena wilayahnya yang berbukit-bukit, banyak terjadi kecelakaan yang terkadang dikaitkan dengan kejadian-kejadian mistis.

Untuk mengurangi kecelakaan di Alas Roban, saat ini pemerintah sudah membangun jalur baru yang berdampingan dengan jalur lama yang dibangun yang lebih ramah terhadap pengendara kendaraan.

Tak perlu beli lahan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, investor luar negeri yang ingin berinvestasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah tak perlu membeli lahan.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Pembangunan PLTU Batang Rampung Sesuai Target

Para investor, lanjut Erick, cukup menyewa lahan tersebut secara jangka panjang.

“Melalui PTPN III, kami yang akan membebaskan lahan sehingga tanah seluruh kawasan ini menjadi milik BUMN dan akan memudahkan, serta meyakinkan kerjasama dengan investor yang datang untuk menanamkan modal dengan cara sewa lahan berjangka panjang," ujar Erick dalam keterangannya.

Erick menambahkan, nantinya perusahaan-perusahaan plat merah akan membantu menyediakan fasilitas di KIT Batang.

Misalnya, Perkebunan Nusantara dan PPTN IX akan menyediakan lahan dan memproses konversi HGU ke HPL, PT PP bersama PT KIW akan merencanakan master development, Pelindo III akan mengelola pelabuhan dan Pertamina akan menyediakan jaringan gas dan bahan bakar.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X