Kumpulkan Aset dari Bank Gagal, LPS Bakal Bentuk Bridge Bank

Kompas.com - 10/07/2020, 20:39 WIB
Halim Alamsyah Kompas.com/Mutia FauziaHalim Alamsyah

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bakal membuat bank perantara (bridge bank) untuk mengumpulkan aset-aset berkualitas tinggi dari bank gagal.

Aset-aset itu merupakan agunan dari bank-bank berpotensi gagal yang meminta penempatan dana LPS melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akibat pandemi Covid-19. Hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 Tahun 2020.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah mengatakan, LPS memang bisa mendirikan bridge bank sebelum PP 33/2020 ini diterbitkan. PP ini hanya lebih mempermudah LPS untuk mendirikan bridge bank bila diperlukan.

"LPS bisa meminta izin pendirian bridge bank baik ke OJK maupun BI. OJK dibidang konteks mendirikan bank, di BI dalam konteks mendapatkan nomor keanggotaan sebagai anggota pembayaran nasioanl. Ini sudah berjalan," kata Halim dalam konferensi video, Jumat (10/7/2020).

Baca juga: Dapat Dana Rp 30 Triliun, 4 Bank Pelat Merah Mesti Bayar Premi ke LPS

Halim menyebut, bridge bank bakal disiapkan bila ada permintaan dari bank berpotensi gagal melalui OJK untuk penempatan dana. Pendirian bridge bank mungkin saja bisa lebih dari satu.

Adapun saat ini, belum ada bank yang meminta penempatan dana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini tentu tergantung dari situasinya. Bisa satu (bridge bank) bisa lebih. Sampai saat ini belum ada bank yang meminta penempatan dana LPS," ujar Halim.

Sementara itu, ada beberapa kriteria bank yang bisa memperoleh penempatan dana dari LPS. Kriteria bakal dibahas lebih lanjut dengan OJK.

Bisa saja, bank tersebut harus masuk dalam kriteria bank dalam pengawasan intensif (BPDI) yang berpotensi masuk dalam bank dalam pengawasan khusus (BPDK) menurut penilaian OJK.

"Itu sangat dimungkinkan. Kriteria ini nanti akan kami diskusikan bersama-sama dengan OJK, kondisi likuiditasnya berapa, rasio dari permodalannya bagaimana, rasio profitability berapa, dan beberapa rasio-rasio keuangan lainnya," pungkas Halim.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo memberikan kewenangan baru kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 Tahun 2020.

Dalam PP disebutkan, LPS bisa menyelamatkan bank-bank sebelum ditetapkan sebagai bank gagal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seperti melakukan penempatan dana untuk mengantisipasi kegagalan bank.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Whats New
Kinerja Moncer, Microsoft hampir Menyalip Apple sebagai Perusahaan Paling Berharga

Kinerja Moncer, Microsoft hampir Menyalip Apple sebagai Perusahaan Paling Berharga

Whats New
Satgas Kembali Sita Uang hingga Properti milik Pengemplang BLBI, Ini Rinciannya

Satgas Kembali Sita Uang hingga Properti milik Pengemplang BLBI, Ini Rinciannya

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Kisah 3 Sosok Pemuda Indonesia, Mengawali Bisnis dari Kegemaran hingga Go Internasional

Kisah 3 Sosok Pemuda Indonesia, Mengawali Bisnis dari Kegemaran hingga Go Internasional

Smartpreneur
Karyawan Tuding Dirut Garuda Liburan Keluarga ke New York Gunakan Fasilitas Perusahaan

Karyawan Tuding Dirut Garuda Liburan Keluarga ke New York Gunakan Fasilitas Perusahaan

Whats New
Siap-siap, Pemerintah Mau Berlakukan Pengetatan Mobilitas saat Nataru

Siap-siap, Pemerintah Mau Berlakukan Pengetatan Mobilitas saat Nataru

Whats New
IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
IPO, Widodo Makmur Perkasa Tawarkan Saham di Kisaran Rp 160-Rp 220 Per Lembar

IPO, Widodo Makmur Perkasa Tawarkan Saham di Kisaran Rp 160-Rp 220 Per Lembar

Whats New
Wall Street Melemah, S&P 500 dan Dow Jones Terseret Saham Cyclical

Wall Street Melemah, S&P 500 dan Dow Jones Terseret Saham Cyclical

Whats New
Kemendag Pastikan Stok Minyak Goreng Aman

Kemendag Pastikan Stok Minyak Goreng Aman

Whats New
[POPULER MONEY] Daftar Maskapai RI yang Bangkrut | Pengumuman SKD dan SKB CPNS

[POPULER MONEY] Daftar Maskapai RI yang Bangkrut | Pengumuman SKD dan SKB CPNS

Whats New
OJK Proyeksikan Kredit Perbankan Tumbuh 4-5 Persen di Akhir 2021

OJK Proyeksikan Kredit Perbankan Tumbuh 4-5 Persen di Akhir 2021

Whats New
Tarif Transfer Antar-Bank Turun, Bagaimana Dampaknya ke Pendapatan Bank?

Tarif Transfer Antar-Bank Turun, Bagaimana Dampaknya ke Pendapatan Bank?

Whats New
Ini Sanksi bagi Laboratorium yang Tak Patuhi Aturan Harga Tes PCR

Ini Sanksi bagi Laboratorium yang Tak Patuhi Aturan Harga Tes PCR

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.