Pemerintah China Kini Akui "Gamer" hingga "Blogger" sebagai Pekerjaan

Kompas.com - 11/07/2020, 07:33 WIB
Ilustrasi gamer, game online. ShutterstockIlustrasi gamer, game online.

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China memperluas definisi pekerjaan bagi 8,7 juta lulusan baru alias fresh graduate di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Kini, pedagang online, pemain game online alias gamer profesional, hingga blogger diakui sebagai pekerjaan resmi. Ini merupakan bagian dari upaya mendorong tingkat serapan tenaga kerja di tengah pandemi virus corona.

Dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (11/7/2020), Kementerian Pendidikan China telah memerintahkan kepada universitas-universitas pada akhir Juni 2020 untuk memperhatikan kriteria baru saat melaporkan tingkat serapan tenaga kerja di kalangan alumninya.

Baca juga: Berdasarkan Riset LinkedIn, Ini 10 Pekerjaan yang Paling Dicari Saat Pandemi

Perubahan ini muncul sejalan dengan tekanan besar yang dihadapi China, ekonomi terbesar kedua di dunia, untuk menciptakan lapangan kerja yang cukup bagi para lulusan baru, di tengah perlambatan ekonomi.

Menurut data Biro Statistik Nasional China (NBS), tingkat pengangguran di negara itu mencapai 5,9 persen pada akhir Mei 2020. Namun, para analis meyakini angka sebenarnya bisa lebih dari itu.

Sebab, sebanyak 290 juta pekerja migran China tidak dimasukkan ke dalam data resmi.

Menurut laporan Kementerian Pendidikan China tertanggal 29 Juni 2020, lulusan baru yang membuka situs belanja online akan dikategorikan sebagai kelompok yang memiliki pekerjaan, selama mereka bisa memberikan tautan toko online dan informasi registrasinya.

Baca juga: 7 Pekerjaan Ini Jadi Populer Setelah Pandemi Covid-19

Adapun lulusan baru yang bekerja freelance, termasuk pemasaran online, mengelola akun publik di platform pesan singkat WeChat, dan bermain e-sport akan dikategorikan dalam kelompok pekerja fleksibel.

Perubahan yang drastis ini pun langsung memunculkan spekulasi bahwa pemerintah China berusaha menaikkan angka serapan tenaga kerja di kalangan lulusan baru, untuk memberikan gambaran yang positif terkait pasar tenaga kerja.

Sebanyak 8,74 juta anak muda China akan lulus dari perguruan tinggi dan memasuki pasar tenaga kerja pada musim panas tahun ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X