Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Kompas.com - 12/07/2020, 10:12 WIB
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan ring road Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Senayan, Jakarta, Minggu (21/6/2020). Selain membatasi akses menjadi dua pintu masuk dan satu pintu keluar, pengelola SUGBK juga melakukan pembatasan dengan membagi ke dalam sejumlah sesi di akhir pekan dengan durasi setiap sesi selama satu jam dan jumlah maksimal 1.000 pengunjung di dalam area ring road untuk meminimalisir potensi penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAPetugas menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan ring road Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Senayan, Jakarta, Minggu (21/6/2020). Selain membatasi akses menjadi dua pintu masuk dan satu pintu keluar, pengelola SUGBK juga melakukan pembatasan dengan membagi ke dalam sejumlah sesi di akhir pekan dengan durasi setiap sesi selama satu jam dan jumlah maksimal 1.000 pengunjung di dalam area ring road untuk meminimalisir potensi penyebaran COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan lewat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara ( DJKN) mencatat total aset negara saat ini mencapai Rp 10.467,5 triliun. Jumlah tersebut meningkat 65 persen dari nilai tahun sebelumnya yang besarannya Rp 6.325 triliun.

Direktur Barang Milik Negara (BMN) DJKN, Encep Sudarwan, mengatakan Gelora Bung Karno atau GBK jadi aset negara yang nilainya paling mahal. Nilai aset komplek GBK yang terbaru yakni sebesar Rp 347 triliun.

"Kalau Satker GBK nilainya Rp 347 triliun, tanahnya sekitar Rp 345 triliun, bangunannya Rp 3 triliun, itu sebuah komplek paling tinggi di Indonesia," kata Encep seperti dikutip pada Minggu (12/7/2020).

Peningkatan nilai aset terjadi lantaran DJKN telah melakukan revaluasi atau penghitungan ulang aset negara sejak 2018 hingga tahun ini.

 Baca juga: Aset Negara Naik 65 Persen Jadi Rp 10.457,5 Triliun

Dalam proses tersebut, ditemukan banyak aset pemerintah ternyata banyak di pusat-pusat kota dengan nilai yang terus meningkat. Selain itu, ada penambahan aset yang tadinya tidak tercatat.

Menurut dia, aset-aset berupa tanah negara seperti GBK harganya naik signifikan lantaran berada di jantung Kota Jakarta.

Tanah Setneg

Sementara itu, dikutip dari laman resmi Setneg, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebut, hingga tahun 2015, dari keseluruhan lahan di bawah pengelolaan Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (BLU PPKGBK) memiliki luas 279,08 hektare.

 

 

Sebanyak 52,83 persen di antaranya dimanfaatkan sebagai kawasan olahraga, sementara 23,67 persen yang lain telah dikerjasamakan secara komersial, dan 23,50 persen dipakai untuk kawasan pemerintahan.

Baca juga: 7 Instansi Pemerintah Paling Kaya dari Kepemilikan Aset

Beberapa aset tanah Setneg di Senayan yang dikelola swasta antara lain Hotel Sultan, Hotal Atlet Century, Taman Ria, Mal ITC Senayan, Mal Senayan City, Plaza Semanggi, Gedung Veteran, dan Mal FX Senayan. Aset-aset milik Setneg tersebut saat ini banyak dikelola oleh pihak swasta.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut HUT RI, Pemerintah Beri Cashback Belanja Online hingga Rp 750.000

Sambut HUT RI, Pemerintah Beri Cashback Belanja Online hingga Rp 750.000

Spend Smart
Kemenparekraf Perkirakan Jumlah Wisatawan Tahun Ini Maksimal 4 Juta Orang

Kemenparekraf Perkirakan Jumlah Wisatawan Tahun Ini Maksimal 4 Juta Orang

Whats New
Aturan Resmi Terbit, Gaji Ke-13 PNS Segera Cair

Aturan Resmi Terbit, Gaji Ke-13 PNS Segera Cair

Whats New
Rencana Penggabungan BUMN Penerbangan dan Pariwisata Dinilai Akan Merugikan Maskapai

Rencana Penggabungan BUMN Penerbangan dan Pariwisata Dinilai Akan Merugikan Maskapai

Whats New
7 Istilah Pasar Saham Paling Dasar yang Perlu Diketahui (3)

7 Istilah Pasar Saham Paling Dasar yang Perlu Diketahui (3)

Spend Smart
Pemerintah Targetkan Bisa Vaksinasi Covid-19 ke 40 Juta Penduduk di Awal 2021

Pemerintah Targetkan Bisa Vaksinasi Covid-19 ke 40 Juta Penduduk di Awal 2021

Whats New
Ada Pandemi Covid-19,  JD.ID Catat Kenaikan Transaksi hampir 50 Persen

Ada Pandemi Covid-19, JD.ID Catat Kenaikan Transaksi hampir 50 Persen

Whats New
Tangkal Kampanye Negatif Sawit, Pemerintah Akan Bentuk Tim Khusus

Tangkal Kampanye Negatif Sawit, Pemerintah Akan Bentuk Tim Khusus

Whats New
Sejak Kampanye Bangga Buatan Indonesia Digulirkan, 1,1 Juta UMKM Sudah Go Digital

Sejak Kampanye Bangga Buatan Indonesia Digulirkan, 1,1 Juta UMKM Sudah Go Digital

Whats New
Janji Pemerintah: 2,1 Juta Korban PHK Diprioritaskan Jadi Peserta Kartu Prakerja

Janji Pemerintah: 2,1 Juta Korban PHK Diprioritaskan Jadi Peserta Kartu Prakerja

Work Smart
Jokowi Pertanyakan RI Punya 30 Bandara Internasional, Ini Respons Kemenhub

Jokowi Pertanyakan RI Punya 30 Bandara Internasional, Ini Respons Kemenhub

Whats New
Disinggung Jokowi, Ini Kerugian Banyaknya Bandara Internasional di Indonesia

Disinggung Jokowi, Ini Kerugian Banyaknya Bandara Internasional di Indonesia

Whats New
Banyak Kasus Pencurian Data, Ini Komentar JD.ID

Banyak Kasus Pencurian Data, Ini Komentar JD.ID

Whats New
Pengusaha: Kami Ingin Industri Smelter Sinergi dengan Industri Hilir

Pengusaha: Kami Ingin Industri Smelter Sinergi dengan Industri Hilir

Whats New
Interelasi Sektor Jasa Keuangan dan Peran OJK

Interelasi Sektor Jasa Keuangan dan Peran OJK

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X