Mentan: Tidak Ada Hari Minggu untuk Dirjen...

Kompas.com - 13/07/2020, 16:02 WIB
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengimbau masyarakat untuk tenang dengan tidak melakukan panic buying,, Kamis (30/4/2020). Dok. Kementrian PertanianMenteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengimbau masyarakat untuk tenang dengan tidak melakukan panic buying,, Kamis (30/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta jajarannya untuk lebih sering turun ke lapangan memantau secara langsung kondisi yang terjadi. Terutama bagi pejabat Eselon I dan II Kementerian Pertanian.

Menurutnya, di tengah kondisi pandemi Covid-19 ketersediaan pasokan pangan menjadi hal yang sangat penting, Oleh sebab itu, ia mengatakan jajaran Kementan dalam menjalankan tugas sebaiknya tak mengenal hari libur.

"Pak Sekjen (Sekretaris Jenderal) saya berharap tidak ada Minggu bagi seorang Dirjen yang tidak ke lapangan, terutama untuk mengecek yang beberapa bulan terakhir. Tidak ada Minggu yang eselon II hanya di Jakarta, tolonglah ke daerah lihat lah apa yang ada," ujarnya dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) Nasional 2020 di Kementan, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Baca juga: Pemerintah Segera Suntik PLN Rp 9,6 Triliun, untuk Apa?

Syahrul mengatakan, dengan hadirnya pejabat Kementan di lapangan maka dapat melihat kondisi secara nyata dan tepat. Sehingga permasalahan yang berkaitan dengan pangan bisa segera ditindaklanjuti.

Ia bilang, koordinasi antara pusat dan daerah harus berjalan dengan baik untuk bisa memastikan ketersediaan pangan dalam negeri. Pejabat pusat yang terjun ke langsung lapangan dinilai akan mendorong akselerasi program Kementan.

"Tidak ada solusi bersifat nasional, masalah pertanian ini solusinya selesaikan program-program, yang mana repsonsnya itu ada di kecamatan. Oleh karena itu, pendepakatan seperti ini (turun ke lapangan) menjadi penting," kata dia.

Baca juga: Mentan Bakal Tindak Tegas Pejabat yang Tak Capai Target

Ia mengaku bersedia untuk mengambil langkah yang tegas kepada jajaran pejabat di Kementan yang tidak bisa mencapai target program kerja. Syharul menekankan, pertanian menjadi sektor penting untuk memenuhi kebutuhan 267 juta jiwa masyarakat Indonesia ditengah pandemi.

"Kalau ada pejabat tidak bisa wujudkan apa yang jadi harapan, evaluasi Pak Sekjen, segera, enggak ada alasan. Kalau kau berpikir enggak bisa yah enggak bisa lah, apa gunanya kau jadi kepala di situ," tegasnya,

Syahrul mengakui, untuk mencapai suatu target tentu bukan perkara yang mudah, tapi itu merupakan tantangan yang harus siap di hadapi oleh jajaran Kementan. Bekerja dengan keras menjadi cara untuk bisa mencapai target tersebut.

Baca juga: Petugas KRL Penemu Uang Rp 500 Juta Dapat Asuransi Senilai Rp 1 Miliar



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Bekerja Nyaman dan Bahagia? Pilih Perusahaan seperti Ini

Ingin Bekerja Nyaman dan Bahagia? Pilih Perusahaan seperti Ini

Work Smart
Pemerintah Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Program 1 Juta Rumah

Pemerintah Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Program 1 Juta Rumah

Whats New
Pertamina Beri Pinjaman Modal ke Pelaku Usaha yang Tak Lagi Gunakan Elpiji 3 Kg

Pertamina Beri Pinjaman Modal ke Pelaku Usaha yang Tak Lagi Gunakan Elpiji 3 Kg

Whats New
Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Spend Smart
Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Whats New
Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Whats New
Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Whats New
Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

Rilis
Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Whats New
Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Whats New
779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

Whats New
7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

Whats New
Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Whats New
Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X