Fintech Lebih Selektif Beri Pinjaman

Kompas.com - 13/07/2020, 16:35 WIB
Ilustrasi Fintech thinkstockphotosIlustrasi Fintech

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Harian Asosiasi Fintek Pendanaan Indonesia (AFPI) Kuseryansyah mengatakan, fintech P2P lending memilih lebih selektif memberikan pinjaman di tengah pandemi Covid-19.

“Di masa wabah Covid-19 ini, industri fintech P2P lending akan menjaga kinerja positif dengan selektif menyalurkan pembiayaan khususnya ke peminjam baru," katanya dalam webinar virtual, Senin (13/7/2020),

Hal itu membuat penurunan penyaluran pinjaman pada sebagian besar platform fintech P2P lending selama masa wabah virus corona atau Covid-19.

Baca juga: Dari 2,3 Juta UMKM, Baru 200.000 yang Manfaatkan Insentif Pajak

Meski demikian, ada beberapa sektor yang terjadi peningkatan penyaluran pembiayaan. Antara lain pembiayaan di sektor kesehatan, seperti UMKM farmasi dan alat pendukung kesehatan.

Dengan lebih selektif memberikan pinjaman, fintech diharapkan dapat menjaga kinerja positifnya, namun juga tetap peran memberikan pendanaan bagi masyarakat yang membutuhkan dana.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan fintech P2P lending selama pandemi Covid-19 tercatat melambat. Untuk periode Mei 2020, total penyaluran sebesar Rp 109,18 triliun atau hanya naik 3,12 persen dari posisi April 2020 sebesar Rp 106,06 triliun.

Baca juga: Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI, Ini Profil Doni Primanto Joewono

Bila dibandingkan Mei 2019, penyaluran pinjaman melalui fintech dapat mencapai sebesar Rp 41,03 triliun atau naik 10,87 persen dari posisi April 2019 sebesar Rp 37,01 triliun. 

Begitu juga penyaluran April 2020 yang naik 3,57 persen dari posisi Maret 2020 sebesar Rp 102,53 triliun. Meski demikian, total penyaluran pembiayaan fintech P2P lending per Mei 2020 tercatat naik 166,03 persen dari posisi Mei 2019.

Baca juga: BKPM: Ketergantungan RI ke China Berdampak Buruk



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X