[POPULER MONEY] Apresiasi bagi Petugas KRL yang Kembalikan Uang Rp 500 Juta | Harga Sebenarnya Alat Rapid Test

Kompas.com - 14/07/2020, 05:37 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat memberi apresiasi kepada Mujenih, petugas KRL yang menemukan uang Rp 500 juta, Senin (13/7/2020). Dok. Kementerian BUMNMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat memberi apresiasi kepada Mujenih, petugas KRL yang menemukan uang Rp 500 juta, Senin (13/7/2020).

1. Petugas KRL Penemu Uang Rp 500 Juta Diangkat Jadi Karyawan Tetap

Dua petugas KRL yang menemukan uang Rp 500 juta di dalam kantong plastik hitam diangkat menjadi karyawan tetap di PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).

Kedua petugas tersebut, yakni Egi Sandi (24) dan Mujenih (34). Egi merupakan petugas pengawalan KRL, sedangkan Mujenih merupakan petugas kebersihan KRL.

“Saya bersyukur sekali dengan semua penghargaan ini, terutama diangkat jadi pegawai tetap. Keluarga saya pasti senang sekali dan bangga," ujar Egi di Kementerian BUMN, Senin (13/7/2020).

Sementara itu, Mujenih mengungkapkan rasa syukurnya karena apa yang dia lakukan mendapat apresiasi dari Kementerian BUMN.

Simak kisah selengkapnya di sini

2. Bill Gates Minta Vaksin Covid-19 Tidak Didistribusikan dengan Sistem Pasar, Ini Sebabnya

Bill Gates, salah satu orang terkaya di dunia, kembali buka suara soal vaksin Covid-19. Kali ini, ia meminta vaksin didistribusikan kepada pihak yang sangat membutuhkan terlebih dahulu.

Pendiri Microsoft ini meminta agar vaksin tidak didistribusikan kepada pihak yang siap membayar dengan harga mahal.

"Apabila kita memilih mendistribusikan obat dan vaksin ke penawar tertinggi, dibandingkan kepada orang dan tempat yang lebih membutuhkan, kita akan menghadapi pandemi yang lebih lama dan mematikan," katanya, dikutip dari CNBC, Senin (13/7/2020).

Saat ini, berbagai negara dan perusahaan tengah berlomba-lomba menemukan vaksin Covid-19 untuk segera dipasarkan secara global.

Selengkapnya baca di sini

3. Petugas KRL Penemu Uang Rp 500 Juta Dapat Asuransi Senilai Rp 1 Miliar

Mujenih (34) dan Egi Sandi (24), dua petugas KRL yang menemukan uang Rp 500 juta di dalam kantong plastik hitam diberikan sejumlah hadiah dari BUMN.

Hadiah tersebut meliputi tanggungan asuransi dengan total nilai sekitar Rp 1 miliar untuk masing-masing.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memberikan bantuan Asuransi Davestera (Dana Investasi Sejahtera) yang merupakan gabungan dari asuransi perlindungan jiwa, proteksi, dan investasi dengan nilai uang pertanggungan per orang hingga Rp 500 juta.

Lalu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melalui perusahaan anak AXA Mandiri Financial Services menyerahkan bantuan berupa perlindungan asuransi jiwa dengan uang pertanggungan sebesar Rp 500 juta per orang.

Apresiasi apa lagi yang diperoleh kedua orang jujur ini? Simak di sini

4. 5 Mal Besar Jakarta yang Berdiri di Atas Tanah Negara

Kementerian Keuangan lewat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara ( DJKN) mencatat total aset negara saat ini mencapai Rp 10.467,5 triliun. Jumlah tersebut meningkat 65 persen dari nilai tahun sebelumnya yang besarannya Rp 6.325 triliun.

Menurut Direktur Barang Milik Negara (BMN) DJKN, Encep Sudarwan, Kementerian Sekretariat Negara atau Setneg jadi salah satu dari 3 kementerian/lembaga (K/L) yang memiliki aset terbesar dari 89 K/L yang ada di Indonesia.

Besarnya nilai aset di bawah Setneg lantaran banyak properti yang letaknya berada di jantung kota.

Sebagian dari aset-aset negara yang dimiliki Setneg tersebut dikerjasamakan dengan swasta untuk kepentingan komersial seperti pusat perbelanjaan.

Nah apa saja mal besar Jakarta yang berdiri di atas tanah negara?  Baca di sini

5. Dipatok Tertinggi Rp 150.000, Berapa Sebenarnya Harga Alat Rapid Test?

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan batas tertinggi pemeriksaan rapid test alias tes cepat antibodi untuk mendeteksi virus corona (Covid-19) sebesar Rp 150.000.

Penetapan tarif ini diputuskan karena bervariasinya harga rapid test di berbagai rumah sakit.

Lantas, berapa sebenarnya harga jual alat rapid test di pasaran?

Bendahara Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) Cristina Sandjaja mengatakan, saat ini rentang harga alat rapid test yang dijual ke rumah sakit atau klinik bervariasi. Bahkan, terdapat alat rapid test yang dijual seharga Rp 500.000.

Simak selengkapnya di sini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.