Pesepeda di Jakarta Melonjak 10 Kali Lipat, Pemerintah Disarankan Lakukan ini

Kompas.com - 14/07/2020, 07:36 WIB
Warga berolahraga saat hari bebas berkendara atau car free day (CFD) di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (21/6/2020). Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta memisahkan jalur untuk pesepeda, olahraga lari, dan jalan kaki saat CFD pertama pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAWarga berolahraga saat hari bebas berkendara atau car free day (CFD) di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (21/6/2020). Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta memisahkan jalur untuk pesepeda, olahraga lari, dan jalan kaki saat CFD pertama pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengguna sepeda atau pesepeda mengalami peningkatan pesat sejak merebaknya pandemi Covid-19.

Berdasarkan survei The Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) pengguna sepeda meningkat hingga 10 kali lipat atau meningkat 1.000 persen saat periode pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan di Jakarta, dibandingkan dengan pada Oktober 2019.

Kendati demikian, Bike to Work (B2W) mencatat sepanjang Januari hingga Juni 2020, terdapat 29 peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pesepeda. Akibat kecelakaan lalu lintas, 58 persen atau 17 pesepeda meninggal dunia.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, pemerintah perlu melakukan beberapa langkah guna memfasilitasi tren peningkatan pesepeda yang terjadi saat ini.

Baca juga: Soal Aturan Sepeda, Ini 5 Hal yang Akan Dilarang Kemenhub

Salah satunya adalah dengan cara meningkatkan anggaran infrastruktur pendukung pesepeda.

"Pendanaan infrastruktur sepeda sebanding dengan pendanaan yang disediakan untuk program transportasi lain," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2020).

Djoko menyebutkan, berbagai negara lain juga telah meningkatkan anggaran infrastruktur pendukung sepeda. Misal saja, Amerika Serikat yang sudah meningkatkan anggaran sebesar 40 persen.

Kemudian, pemerintah Inggris juga memproritaskan pendanaan 2 miliar poundsterling untuk infrastruktur sepeda.

"Dan sudah digunakan 250 juta poundsterling saat pandemi," kata Djoko.

Kemudian, pemerintah didorong untuk membuat program pengembangan infrastruktur sepeda yang terhubung di seluruh kota atau daerah, untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.

Baca juga: Kemenhub Godok Aturan Keselamatan Pesepeda, Ini 3 Hal yang Akan Diatur

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X