PT Pos Indonesia Catat Kenaikan Pengiriman Barang E-commerce Selama Pandemi

Kompas.com - 14/07/2020, 14:04 WIB
Pegawai PT POS Indonesia (Persero) bersama para ojek daring bersiap mendistribusikan bantuan sosial sembako di depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/4/2020). Pemerintah mulai menyalurkan bantuan sosial untuk wilayah di DKI Jakarta dalam rangka penanganan COVID-19 di wilayah Jabodetabek. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANPegawai PT POS Indonesia (Persero) bersama para ojek daring bersiap mendistribusikan bantuan sosial sembako di depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/4/2020). Pemerintah mulai menyalurkan bantuan sosial untuk wilayah di DKI Jakarta dalam rangka penanganan COVID-19 di wilayah Jabodetabek.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia Charles Sitorus mengatakan selama pandemi, transaksi pengiriman barang e-commerce melalui PT Pos mengalami peningkatan.

Ia menyebut peningkatan ini terlihat dari transaksi pengiriman melalui layanan pengantaran 9 jam atau Q9 dan layanan QComm yang naik 2 persen.

"Dua layanan ini memang yang paling sering dimanfaatkan oleh perusahaan e-commerce untuk pengiriman. Kenaikannya ada 1 persen hingga 2 persen secara jumlah item," ujarnya dalam diskusi virtual, Selasa (14/7/2020).

Baca juga: 400 Karyawan Garuda Indonesia Pilih Pensiun Dini

Selain itu, Charles juga mengatakan pola konsumsi masyarakat berubah selama pandemi Covid-19. Awalnya, masyarakat lebih memilih melakukan transaksi berbelanja secara konvensional, namun kini lebih memilih belanja online.

"Ada perubahan konsumen yang terjadi selama pandemi ini. Transaksi digitalisasi secara keseluruhan di tanah air meningkat, banyak masyarakat yang sekarang memilih berbelanja secara online," kata dia.

Di sisi lain, Charles juga mengakui semenjak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah membuat transaksi di PT Pos sedikit terganggu. Terutama pada layanan pengiriman barang untuk keluar kota yang jelas sangat terasa dampaknya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ada Pandemi, Transaksi Pengiriman Uang di PT Pos Indonesia Menurun

"Kami memang sangat bergantung pada moda transportasi. Sejak diberlakukannya pembatasan penerbangan, membuat pengiriman kami ke luar kota mau tak mau juga ikut berpengaruh," kata dia.

Walaupun demikian Charles menegaskan pihaknya akan terus mengupayakan untuk memberikan layanan yang terbaik untuk memastikan agar barang-barang yang dikirimkan bisa sampai ke tempat tujuan.

Baca juga: Wamen BUMN Minta Perusahaan Pelat Merah Sedekah ke Krakatau Steel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.