Siap Bersaing, PT Pos Genjot Layanan Digital untuk Pelanggan

Kompas.com - 14/07/2020, 15:13 WIB
Sejumlah pegawai PT POS Indonesia (Persero) berkoordinasi sebelum pelepasan distribusi bantuan sosial sembako di depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/4/2020). Pemerintah mulai menyalurkan bantuan sosial untuk wilayah di DKI Jakarta dalam rangka penanganan COVID-19 di wilayah Jabodetabek. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANSejumlah pegawai PT POS Indonesia (Persero) berkoordinasi sebelum pelepasan distribusi bantuan sosial sembako di depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/4/2020). Pemerintah mulai menyalurkan bantuan sosial untuk wilayah di DKI Jakarta dalam rangka penanganan COVID-19 di wilayah Jabodetabek.

JAKARTA, KOMPAS.com - Semenjak Covid-19 mewabah, banyak pemain di sektor logistik yang menghadirkan berbagai layanan baru agar bisa bersaing. Salah satunya adalah PT Pos Indonesia (Persero).

Direktur Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia Charles Sitorus mengatakan pihaknya akan menggenjot layanan-layanan digital dan sudah mempersiapkan beberapa produk atau layanan digital untuk bisa bersaing dengan kompetitor lainnya.

"Adanya kompetitor memicu kita juga. Banyak yang mengistilahkan PT Pos Indonesia ini raksasa yang harus dibangunkan, kami memang mempersiapkan itu makanya banyak layanan digital yang sudah kami siapkan," ujarnya dalam diskusi virtual, Selasa (14/7/2020).

Baca juga: BBM hingga Pungli Jadi Masalah Distribusi Logistik di Indonesia

Salah satu layanan digital yang telah diluncurkan Pos Indonesia, disebutkan dia, adalah layanan Q9. Layanan ini merupakan layanan pengiriman barang sameday service dalam kota (khusus Pulau Jawa) dan Ibukota Provinsi untuk kota-kota di luar Pulau Jawa, dengan time limit maksimal 9 jam.

Selain itu ada juga layanan QComm yang dimana layanan ini memudahkan para pebisnis online untuk mengirimkan barang dagangannya secara tepat waktu dengan maksimal waktu 2 hari sampai tujuan dengan berat maksimal barang yang dapat dikirim sebesar 5 kilogram.

"Layanan-layanan digital seperti ini memang kami dorong terus. Lalu kami juga dampingi para pelanggan kami untuk bisa lebih modern lagi dengan memanfaatkan layanan digital ini," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, PT Pos sudah memfasilitasi para kurirnya dengan alat yang ditujukan untuk memberikan koordinat penyampaian kiriman pada saat proses pengiriman barang melalui aplikasi e-POD (Electronic Proof of Delivery).

Ia menjelaskan dengan aplikasi ini bisa membantu para pelanggannya untuk mencek sudah sejauh mana posisi barang yang mau diterima atau yang mau dikirim .

Tak hanya itu, aplikasi ini pun bisa melakukan tanda tangan secara digital. Jadi ketika paket yang dikirimkan sudah sampai ke pelanggan, maka pelanggan harus melakukan penadatanganan secara digital melalui aplikasi tersebut dan secara otomatis data pengiriman akan langsung bisa terupdate.

"Artinya apa, memang kita harus berlomba memanfaatkan digitalisasi. Digitalisasi ini juga memang bukan hanya sekadar mengkomputerisasi tapi juga harus mengubah budaya kami untuk lebih care atau peduli ke pada pelanggan kami serta memberikan layanan-layanan yang baik juga ke pelanggan kami," jelas dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jubir: Pak Luhut Orangnya Sangat Terbuka, Kalau Cuma Minta Klarifikasi Pasti 'Dijabanin'

Jubir: Pak Luhut Orangnya Sangat Terbuka, Kalau Cuma Minta Klarifikasi Pasti 'Dijabanin'

Whats New
Obligor BLBI Suyanto Gondokusumo Mangkir 2 Kali, Kuasa Hukum: Panggilannya Tak Sampai

Obligor BLBI Suyanto Gondokusumo Mangkir 2 Kali, Kuasa Hukum: Panggilannya Tak Sampai

Whats New
Gojek Kasih Diskon Tarif GoSend Hingga Rp 150.000

Gojek Kasih Diskon Tarif GoSend Hingga Rp 150.000

Whats New
Hingga Agustus 2021, Kredit BRI Tumbuh 5,9 Persen

Hingga Agustus 2021, Kredit BRI Tumbuh 5,9 Persen

Whats New
Suami Tidak Bekerja, Bagaimana Cara agar Keluarga Bertahan?

Suami Tidak Bekerja, Bagaimana Cara agar Keluarga Bertahan?

Work Smart
IHSG Menguat Tipis pada Penutupan Sesi I, Asing Borong BBRI, BUKA, ADRO

IHSG Menguat Tipis pada Penutupan Sesi I, Asing Borong BBRI, BUKA, ADRO

Whats New
Dipanggil Satgas, Obligor BLBI Suyanto Gondokusumo Kirim Kuasa Hukum

Dipanggil Satgas, Obligor BLBI Suyanto Gondokusumo Kirim Kuasa Hukum

Whats New
Mudah, Ini Cara Buat NPWP Online dari Handphone

Mudah, Ini Cara Buat NPWP Online dari Handphone

Whats New
Jadi Mitra PON XX Papua 2021, Telkom Berkomitmen Berikan Layanan Terbaik

Jadi Mitra PON XX Papua 2021, Telkom Berkomitmen Berikan Layanan Terbaik

Rilis
Pendiri Canva Jadi Perempuan di Bawah 40 Tahun Terkaya di Australia

Pendiri Canva Jadi Perempuan di Bawah 40 Tahun Terkaya di Australia

Whats New
BP Jamsostek Lepas Saham KRAS, ITMG, SIMP, dan Incar AALI dan LSIP

BP Jamsostek Lepas Saham KRAS, ITMG, SIMP, dan Incar AALI dan LSIP

Whats New
Masuki Masa Panen Jagung, Kementan Yakin Penuhi Kebutuhan Pakan Ternak

Masuki Masa Panen Jagung, Kementan Yakin Penuhi Kebutuhan Pakan Ternak

Rilis
Daftar Harga Sembako Hari Ini Jumat 24 September 2021 di Jakarta

Daftar Harga Sembako Hari Ini Jumat 24 September 2021 di Jakarta

Whats New
Rights Issue BRI Terbesar di Asia Tenggara, Ajaib Sekuritas: Momentum Bersejarah untuk Investor Ritel

Rights Issue BRI Terbesar di Asia Tenggara, Ajaib Sekuritas: Momentum Bersejarah untuk Investor Ritel

Rilis
BUMN PTPN: Punya Lahan Luas, Korupsi, Terbelit Utang Rp 43 Triliun

BUMN PTPN: Punya Lahan Luas, Korupsi, Terbelit Utang Rp 43 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.