Singapura Resesi, Rupiah Ikutan Melemah

Kompas.com - 14/07/2020, 16:15 WIB
Seorang warga Singapura terlihat sedang berlari sore di daerah Marina Bay, Jumat (08/05/2020). Ketentuan circuit breaker atau lockdown parsial yang berlaku sejak 7 April mengizinkan warga yang berolahraga untuk tidak menggunakan masker KOMPAS.com/ERICSSENSeorang warga Singapura terlihat sedang berlari sore di daerah Marina Bay, Jumat (08/05/2020). Ketentuan circuit breaker atau lockdown parsial yang berlaku sejak 7 April mengizinkan warga yang berolahraga untuk tidak menggunakan masker

JAKARTA, KOMPAS.com – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan di pasar spot kembali melemah.

Mengutip data Bloomberg Selasa (14/7/2020) rupiah ditutup pada level Rp 14.450 per dollar AS atau melemah 25 poin sebesar 0,17 persen dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 14.424 per dollar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelemahan rupiah sore ini terdorong oleh sentimen memburuknya ekonomi Singapura sebagai penyumbang investasi terbesar di Indonesia.

Hari ini Singapura resmi mengalami resesi dengan ekonomi minus 41,2 persen pada kuartal II tahun 2020.

Baca juga: Menguat, Berikut Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

“Dengan memburuknya ekonomi Singapura akan berdampak terhadap perekonomian Indonesia yang selama ini merupakan mitra bisnis yang sangat strategis,” kata Ibrahim.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan ekonomi April-Juni akan terkontraksi dalam kisaran -3,5 persen sampai dengan -5,1 persen. Namun belum dapat dipastikan apakah PDB Indonesia Kuartal II akan lebih baik dari Singapura.

“Pertanyaan ini susah kita jawab dalam kondisi tak menentu akibat pandemi Covid-19 ini, namun kita tetap optimis bahwa apa yang ditakutkan oleh MenKeu, berbanding terbalik karena fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat dan cadangan devisa kita terus mengalami peningkatan,” jelas Ibrahim.

Dengan kondisi eksternal yang kurang kondusif, Bank Indonesia melakukan intervensi dipasar Valas, Obligasi dan SUN diperdagangan DNDF guna menjaga stabilitas mata uang rupiah. Ibrahim mengatakan, intervensi tersebut menahan keluarnya arus modal asing yang cukup besar dari pasar keuangan dalam negeri dan menahan pelemahan rupiah. Sayangnya rupiah tidak berhasil bangkit pada penutupan sore ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X