Kompas.com - 14/07/2020, 16:33 WIB
Ikon wisata Singapura, Taman Merlion di distrik Marina Bay yang biasanya ramai dipadati turis terlihat sepi, Sabtu sore (11/04/2020). Hanya terlihat segelintir warga yang sedang berlari sore. Untuk melawan pandemi corona terutama kasus infeksi domestik yang melonjak, Singapura mengumumkan kebijakan circuit breaker atau separuh lockdown sejak Selasa (07/04/2020). Warga diminta berdiam diri di rumah dan hanya keluar untuk keperluan darurat atau esensial seperti berbelanja atau membeli makanan. Berolahraga masih diizinkan jika dilakukan sendiri atau dengan penghuni serumah dan jarak minimal 1 meter dijaga antara individu ke individu KOMPAS.com/ ERICSSEN Ikon wisata Singapura, Taman Merlion di distrik Marina Bay yang biasanya ramai dipadati turis terlihat sepi, Sabtu sore (11/04/2020). Hanya terlihat segelintir warga yang sedang berlari sore. Untuk melawan pandemi corona terutama kasus infeksi domestik yang melonjak, Singapura mengumumkan kebijakan circuit breaker atau separuh lockdown sejak Selasa (07/04/2020). Warga diminta berdiam diri di rumah dan hanya keluar untuk keperluan darurat atau esensial seperti berbelanja atau membeli makanan. Berolahraga masih diizinkan jika dilakukan sendiri atau dengan penghuni serumah dan jarak minimal 1 meter dijaga antara individu ke individu

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonomi Singapura terjerumus dalam resesi parah di kuartal II 2020 yang PDB-nya terkontraksi hingga 41,2 persen. Negara pulau ini sebelumnya juga mengalami penurunan PDB sejak kuartal sebelumnya.

Penyebab utama resesi Singapura disebabkan penutupan yang cukup lama pada sejumlah sektor bisnis terutama perdagangan pasca-mewabahnya pandemi virus corona (Covid-19).

Kebijakan lockdown telah menimbulkan kerusakan pada ekonomi negara itu yang sangat bergantung dari perdagangan. Secara year on year (YoY), PDB merosot hingga 12,6 persen. Sementara dari survei Bloomberg sebelumnya memprediksi kontraksi 11,3 persen.

Berikut beberapa fakta terkait resesi ekonomi yang melanda Singapura:

Baca juga: Singapura Resesi, Rupiah Ikutan Melemah

1. Berdampak serius pada investasi ke Indonesia

Dikutip dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat Singapura adalah salah satu negara teratas yang paling besar berinvestasi di Indonesia, bahkan lebih sering di peringkat pertama dalam beberapa tahun terakhir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

BKPM melaporkan, Singapura adalah negara yang paling banyak berinvestasi di Indonesia pada kuartal I 2020. Selama periode Januari-Maret 2020, investasi asing yang masuk dari Singapura mencapai 2,7 miliar dollar AS atau 40 persen dari total Penanaman Modal Asing (PMA).

Salah satu faktor tingginya investasi Singapura karena tidak murni dari Singapura. Banyak negara-negara lain yang melakukan investasinya ke Indonesia melalui Singapura, seperti Korea Selatan, China, Amerika Serikat maupun Eropa. Termasuk investasi dari pengusaha Indonesia yang melalui perusahaan-perusahaannya di Singapura.

Singapura juga salah satu penyumpang kunjungan turis terbanyak ke Indonesia. Di sektor perdagangan, negara ini tercatat berkontribusi sebesar 6,57 persen dari total ekspor non-migas Indonesia per Mei 2020.

Baca juga: Resesi, Ekonomi Singapura Kuartal II Menyusut 12,5 Persen

2. Resesi terburuk sejak merdeka

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mau Pisah Harta Perkawinan? Ini Syarat Buat Perjanjian Nikah di KUA

Mau Pisah Harta Perkawinan? Ini Syarat Buat Perjanjian Nikah di KUA

Earn Smart
Pengertian Buyback Saham dan Dampaknya Bagi Investor

Pengertian Buyback Saham dan Dampaknya Bagi Investor

Spend Smart
Erick Thohir Janji akan Selesaikan Kasus Korupsi di Krakatau Steel

Erick Thohir Janji akan Selesaikan Kasus Korupsi di Krakatau Steel

Whats New
Grab Dikabarkan Incar BRI Agro, Ini Komen BRI

Grab Dikabarkan Incar BRI Agro, Ini Komen BRI

Whats New
Banggar DPR Setujui Target Pertumbuhan Ekonomi RI 5,2 Persen pada 2022

Banggar DPR Setujui Target Pertumbuhan Ekonomi RI 5,2 Persen pada 2022

Whats New
Pemerintah Yakin Indonesia Siap Bersaing Ekspor Listrik di Kawasan Asia Tenggara

Pemerintah Yakin Indonesia Siap Bersaing Ekspor Listrik di Kawasan Asia Tenggara

Rilis
Hingga 16 September 2021, Kemenperin Sudah Terbitkan 16.650 IOMKI

Hingga 16 September 2021, Kemenperin Sudah Terbitkan 16.650 IOMKI

Whats New
CIPS: Penurunan Daya Beli Pengaruhi Keterjangkauan Pangan Masyarakat

CIPS: Penurunan Daya Beli Pengaruhi Keterjangkauan Pangan Masyarakat

Rilis
Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 Jadi 3,7 Persen

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 Jadi 3,7 Persen

Whats New
Setelah Bank Raya, Bank Pelat Merah Bakal Luncurkan Bank Digital Lain?

Setelah Bank Raya, Bank Pelat Merah Bakal Luncurkan Bank Digital Lain?

Whats New
Pelabuhan Anggrek Gorontalo Resmi Dikelola Perusahaan Swasta

Pelabuhan Anggrek Gorontalo Resmi Dikelola Perusahaan Swasta

Whats New
Menko Airlangga: Laju Penyebaran Covid-19 di Indonesia Semakin Terkendali

Menko Airlangga: Laju Penyebaran Covid-19 di Indonesia Semakin Terkendali

Whats New
Jangan Lengah, Ini Tujuan Memahami Kekayaan Intelektual dalam Dunia Kreatif

Jangan Lengah, Ini Tujuan Memahami Kekayaan Intelektual dalam Dunia Kreatif

Work Smart
Pemerintah Diminta Bersikap Adaptif, Ciptakan Lapangan Kerja Saat Pandemi Covid-19

Pemerintah Diminta Bersikap Adaptif, Ciptakan Lapangan Kerja Saat Pandemi Covid-19

Whats New
Gratis! Begini Cara Mendapatkan Nomor Induk Berusaha via Sistem OSS

Gratis! Begini Cara Mendapatkan Nomor Induk Berusaha via Sistem OSS

Smartpreneur
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.