Ini Penyebab Insentif Kartu Prakerja Belum Cair

Kompas.com - 14/07/2020, 16:59 WIB

Artinya, peserta sudah melakukan registrasi rekening e-wallet dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), sehingga memiliki akun resmi yang terdaftar di platform dompet digital tersebut.

"Pastikan NIK yang digunakan adalah sama saat melakukan pendaftaran di Kartu Prakerja. Karena manajemen pelaksanaan juga menerapkan prinsip kehatian-hatian," jelasnya.

Selain itu, persoalan aktifnya rekening bank dan e-wallet. Hengki bilang, beberapa penyebab terhambatnya penyaluran insentif adalah rekening yang tidak aktif lagi.

Baca juga: Wamen BUMN Sebut Luhut Kerap Tanya Pengeluaran Pertamina, Mengapa?

Ia menjelaskan, awalnya pada penyaluran insentif bulan pertama berjalan dengan baik, namun ketika dilakukan pada bulan kedua tidak bisa, lantaran akun rekeningnya tak aktif lagi. Ini seringkali terjadi pada peserta yang menggunakan rekening e-wallet.

Oleh sebab itu, Hengki mengimbau, peserta harus menggunakan rekening yang aktif setidaknya selama 4 bulan ke depan. Sebab, insentif akan diberikan selama empat bulan.

"Pastikan syarat-syarat tersebut sudah terpenuhi, karena jika peserta sudah lakukan penyelesaian pelatihan, serta akun bank atau e-wallet-nya valid, kita bisa segera cairkan dana insentif," pungkasnya.

Baca juga: Transaksi Nontunai “Zaman Now”, Tak Cuma untuk Belanja Online

Setiap peserta Kartu Prakerja akan mendapatkan insentif sebesar Rp 3,55 juta. Sebesar Rp 1 juta akan diterima dalam bentuk voucher untuk membeli pelatihan yang ditawarkan Ruangguru, Tokopedia, Bukalapak, Belajar Apa, Pintaria, Sekolahmu, Pikar Mahir dan Sisnaker.

Setelah menyelesaikan pelatihan peserta akan mendapatkan insentif sebesar Rp 2,4 juta yang masing-masing besarannya Rp 600.000 ribu per bulan. Kemudian, peserta juga akan mendapatkan insentif dari pengisian survei sebesar Rp 150.000 untuk tiga kali survei.

Baca juga: Wamen BUMN Minta Perusahaan Pelat Merah Sedekah ke Krakatau Steel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.