Survei: Ada Pandemi, 60 Persen Konsumen Tunda Transaksi Beli Rumah

Kompas.com - 14/07/2020, 20:10 WIB
Ilustrasi properti www.shutterstock.comIlustrasi properti

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri properti disebut-sebut menjadi salah satu yang paling terkena dampak dari pandemi Covid-19.

Marine Novita, Country Manager Rumah.com mengatakan, pasar properti nasional yang tadinya menunjukkan sentimen positif sejak akhir 2019 lalu akhirnya harus mengalami stagnasi sejak bulan Maret 2020, atau ketika kasus positif Covid-19 terkonfirmasi di Indonesua

"Pandemi Covid-19 mulai terlihat dampaknya pada industri properti Tanah Air," ungkap Marine dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2020).

Baca juga: Pandemi Corona, Masih Tepatkah Berinvestasi di Sektor Properti?

Berdasarkan hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2020, secara umum 60 persen responden menyatakan bahwa mereka harus menunda transaksi pembelian properti.

Dari 60 persen responden tersebut jika dilihat dari kepemilikan hunian, pemilik rumah cenderung untuk menunda transaksi properti yaitu sebesar 70 persen, dibandingkan mereka yang masih menyewa (50 persen) atau yang masih tinggal dengan orang tua (53 persen).

Hasil survei diperoleh berdasarkan 1.007 responden dari seluruh Indonesia yang dilakukan pada bulan Januari hingga Juni 2020.

Survei tersebut juga menemukan, sebanyak 45 persen responden lainnya mengalami kesulitan untuk melihat properti yang akan dibeli. Adapun 40 persen responden lainnya menghindari untuk membeli properti di komplek perumahan yang penghuninya dinyatakan positif menderita Covid-19.

Sementara itu, 33 persen responden lainnya mengalami kesulitan atau keterlambatan dalam mendapatkan Kredit Pemilikan Rumah ( KPR).

Baca juga: Simak, Tiga Langkah Penting Sebelum Membeli Rumah

Meskipun situasi ekonomi sangat merasakan dampak dari pandemi, namun 60 persen responden memiliki intensi melanjutkan rencana pembelian hunian untuk ditinggali sendiri, baik di tahun 2020 ini maupun tahun 2021 mendatang.

Adapun mereka yang membeli properti untuk investasi hanya 39 persen responden yang masih terus akan melanjutkan pembeliannya baik tahun ini maupun tahun depan.

Keinginan untuk memiliki hunian sendiri di saat harus lebih banyak menghabiskan waktu di rumah seperti saat ini mayoritas dinyatakan oleh mereka dari generasi milenial maupun generasi Z.

Jika dilihat dari segi usia responden maka mereka dari kelompok usia 22-29 tahun, 44 persen ingin memiliki rumah sendiri, kelompok usia 30-39 tahun sebanyak 36 persen responden, kelompok usia 40-49 tahun sebesar 27 persen responden dan kelompok usia 50-59 tahun hanya sejumlah 16 persen responden yang ingin memiliki rumah sendiri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X