Kompas.com - 15/07/2020, 05:44 WIB
Calon Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Kartiko Wiryoatmojo, berjabat tangan usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Hari ini, Presiden Joko Widodo memperkenalkan 12 orang sebagai wakil menteri yang akan membantu kinerja Kabinet Indonesia Maju. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYCalon Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Kartiko Wiryoatmojo, berjabat tangan usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Hari ini, Presiden Joko Widodo memperkenalkan 12 orang sebagai wakil menteri yang akan membantu kinerja Kabinet Indonesia Maju.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I, Budi Gunadi Sadikin membeberkan penyebab terjadinya defisit neraca dagang RI yang diakibatkan oleh perusahaan pelat merah.

Ketika menjabat sebagai direktur utama PT Inalum (Persero), Budi mengaku baru mengetahui, perusahaan yang bergerak di sektor tambang kerap melakukan ekspor barang mentah dengan harga yang rendah.

Kemudian, perseroan melakukan impor barang jadi yang berasal dari barang mentah tadi, dengan harga jauh lebih tinggi.

Baca juga: Realisasi Investasi Kuartal II-2020 Diprediksi Turun, Ini Langkah BKPM

Budi mencotohkan, Inalum kerap mengekspor bauksit dengan harga kisaran 30 dollar AS per ton. Kemudian, perseroan mengimpor alumina yang merupakan produk hasil bauksit, seharga 400 dollar AS per ton.

"3 ton bauksit jadi 1 ton alumina. Alumina kita impor 400 dolar AS per ton. Jadi kalau 3 dikali 30 kan 90 (dollar AS) kita ekspor, impornya 400 (dollar AS), 4 kali lipat," katanya dalam acara Penandatanganan Kerja Sama PT Pertamina (Persero) dengan Perusahaan Galangan Kapal BUMN, Selasa (14/7/2020).

Kebiasaan BUMN tersebut semakin memperkeruh kondisi neraca dagang RI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi kenapa current account-nya negatif? Ya karena memang itu ekspornya murah impornya mahal," kata Budi.

Baca juga: Pendiri Sinar Mas Sudah Khawatirkan Perebutan Warisan sejak 24 Tahun Silam

Budi menilai, seharusnya Inalum mampu memproduksi alumina. Sebab, bahan baku yang dibutuhkan juga berasal dari dalam negeri.

Oleh karenanya, saat ini Budi mendorong seluruh BUMN untuk mengurangi belanja yang berasal dari luar negeri.

Ia ingin, BUMN saling bersinergi, sehingga uang belanja tidak lagi ke luar negeri.

"Nah kebetulan dengan adanya Covid ini kita ingin memastikan bahwa perputaran roda ekonomi ini terjadi di Indonesia," ucap Budi.

Baca juga: BPK: Ribuan Rekomendasi Tidak Ditindaklanjuti Pemerintah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.