Ongkos Kirim Ikan Antar Pulau Mahal, Ini Rencana Menteri Edhy

Kompas.com - 15/07/2020, 10:10 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Periode 2019-2024, Edhy Prabowo Dok. KKPMenteri Kelautan dan Perikanan Periode 2019-2024, Edhy Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo akan memperbaiki koneksi antar wilayah perairan di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir mahalnya ongkos kirim ikan antar pulau.

Dengan harga ikan yang relatif sama di seluruh wilayah Indonesia, maka masyarakat pun akan mudah memperoleh ikan dengan harga murah.

"Langkah pertama saya akan bangun connecting antar wilayah, sehingga harga ikan itu dipastikan kurang lebih sama. Kalau ada perbedaan sedikit, minimal tidak beda jauh. Salah satu langkah pertama adalah potensi logistiknya dulu," kata Edhy dalam diskusi daring, Rabu (15/7/2020).

Baca juga: Sederet Upaya Mati-matian Selamatkan Garuda

Adapun saat ini, ongkos kirim ikan dari wilayah Indonesia timur ke Jakarta jauh lebih mahal ketimbang ongkos kirim dari Morotai ke Jepang. Edhy bilang, ongkos kirim ikan bisa mencapai Rp 3.800 per kilo gram.

"Lebih murah bawa ikan dari Morotai ke Jepang, harganya hanya Rp 3.600 per kilo gram. Bagaimana mungkin di satu negara kita tidak mampu mengkondisikan ini?," papar Edhy.

Selanjutnya, pihaknya bakal mendata ukuran kapal yang beroperasi di laut. Saat ini, ada sekitar 7.000 kapal besar di Indonesia, namun belum dipastikan berapa yang beroperasi dan berapa yang sudah tua.

Baca juga: Sederet Perusahaan Sinar Mas yang Jadi Sengketa Warisan

Begitupun dengan kapal di bawah 30 GT. Tercatat, sebanyak 5.000 kapal yang telah beroperasi di Indonesia namun akan didata ulang kapal-kapal yang masih beroperasi dan kapal-kapal yang tidak beroperasi.

"Ini yang akan kami data ulang. Pengaturan alat tangkap ikan harus ditentukan, jumlah kapal, jumlah perusahaan, kita batasi kuotanya. Enggak ada lagi kita bisa semena-mena," ujar Edhy.

Baca juga: Kebiasaan BUMN yang Buat Neraca Dagang RI Tekor



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Bekerja Nyaman dan Bahagia? Pilih Perusahaan seperti Ini

Ingin Bekerja Nyaman dan Bahagia? Pilih Perusahaan seperti Ini

Work Smart
Pemerintah Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Program 1 Juta Rumah

Pemerintah Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Program 1 Juta Rumah

Whats New
Pertamina Beri Pinjaman Modal ke Pelaku Usaha yang Tak Lagi Gunakan Elpiji 3 Kg

Pertamina Beri Pinjaman Modal ke Pelaku Usaha yang Tak Lagi Gunakan Elpiji 3 Kg

Whats New
Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Spend Smart
Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Whats New
Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Whats New
Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Whats New
Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

Rilis
Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Whats New
Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Whats New
779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

Whats New
7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

Whats New
Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Whats New
Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X