Menyelamatkan Bisnis Waralaba di Tengah Pandemi

Kompas.com - 15/07/2020, 10:59 WIB
Beragam usaha waralaba Indonesia dalam acara International Franchise, Lisence, and Bussiness Concept Expo & Conference (IFRA) 2019 di JCC, Jumat (5/7/2019). FIKA NURUL ULYABeragam usaha waralaba Indonesia dalam acara International Franchise, Lisence, and Bussiness Concept Expo & Conference (IFRA) 2019 di JCC, Jumat (5/7/2019).

Oleh: Frangky Selamat

RASANYA tidak ada satu pun bisnis yang tidak terdampak oleh pandemi Covid 19. Jika ada yang terdampak positif, lebih banyak yang berakibat negatif. Bisnis waralaba adalah salah satunya yang terpukul keras akibat pandemi ini.

Berita mengenai tutupnya sejumlah gerai, terutama di mal, hingga mencapai puluhan cabang, merebak. Penutupan gerai dibarengi dengan merumahkan pegawai, menjadi dampak turunan selanjutnya. Waralaba yang kebanyakan bergerak dalam bidang food and beverages (F & B) menjadi tidak berdaya.

Jika sejumlah perusahaan waralaba besar masih bisa bertahan dengan kekuatan modalnya, berbeda cerita dengan waralaba nasional yang bermodal menengah hingga pas-pasan.

Seorang pewaralaba (franchisor) nasional misalnya berkisah bagaimana nasib bisnis waralaba yang sebelum pandemi masih sempat ekspansi dengan membuka sejumlah gerai di berbagai tempat, mal dan destinasi wisata. Bahkan sempat memperpanjang kontrak sewa di sebuah mal di Jakarta selama setahun di awal 2020.

Baca juga: Pemegang Waralaba Pizza Hut Terbesar di AS Terancam Bangkrut

Belum sempat mengecap manisnya keuntungan, virus Covid-19 merebak ke seluruh Indonesia. Kontrak setahun di mal serasa menguap begitu saja. Tidak bisa beroperasi dan tutup. Hanya dalam waktu tiga bulan sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020, 80 gerai ditutup sementara atau selamanya.

Mal yang kini telah dibuka pun ternyata belum cukup untuk mengembalikan pengunjung ke sediakala. Pengunjung sepertinya masih takut untuk membeli atau makan di tempat, atau daya beli yang sedang merosot.

Sang pewaralaba pun mengaku pusing tujuh keliling. Tidak menyangka dampak Covid-19 yang luar biasa dahsyat dan meluluhlantakan bisnis yang telah dibangun belasan tahun hanya dalam tiga bulan saja.

Melihat kondisi demikian, lalu apa yang mesti dikerjakan?

Pewaralaba itu kembali berkisah. Dalam tiga bulan pertama sejak bulan Maret 2020 lalu, arus kas perusahaan menjadi fokus utama, terutama yang berkaitan dengan pembayaran gaji dan persiapan THR Lebaran pada waktu itu.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akhir Tahun Ini, 2 Ruas Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta II Dapat Dilintasi

Akhir Tahun Ini, 2 Ruas Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta II Dapat Dilintasi

Whats New
Mendag: Buah Naga dari Indonesia Bisa Bersaing dengan Vietnam

Mendag: Buah Naga dari Indonesia Bisa Bersaing dengan Vietnam

Whats New
Erick Thohir: Keputusan Indonesia Tidak Lockdown Itu Tepat

Erick Thohir: Keputusan Indonesia Tidak Lockdown Itu Tepat

Whats New
Erick Thohir: Bantuan Rp 2,4 Juta Per UMKM Disalurkan dalam 1-2 Minggu ke Depan

Erick Thohir: Bantuan Rp 2,4 Juta Per UMKM Disalurkan dalam 1-2 Minggu ke Depan

Whats New
BTN Telah Salurkan Kredit Rp 4,9 Triliun dari Dana PEN

BTN Telah Salurkan Kredit Rp 4,9 Triliun dari Dana PEN

Whats New
Mentan: Ada Pebisnis Milenial yang Beromzet Rp 400 Juta per Bulan dari Jualan Bunga

Mentan: Ada Pebisnis Milenial yang Beromzet Rp 400 Juta per Bulan dari Jualan Bunga

Smartpreneur
AP I Beberkan Progres Pembangunan Sejumlah Bandara yang Tengah Dibangun

AP I Beberkan Progres Pembangunan Sejumlah Bandara yang Tengah Dibangun

Whats New
Dua Hari Dibuka, Pendaftar Kartu Prakerja Gelombang 4 Lampaui 800.000

Dua Hari Dibuka, Pendaftar Kartu Prakerja Gelombang 4 Lampaui 800.000

Whats New
Ini Syarat Karyawan Swasta Dapat Subidi Gaji Rp 600.000

Ini Syarat Karyawan Swasta Dapat Subidi Gaji Rp 600.000

Whats New
BI: Fitch Pertahankan Peringkat 'BBB' Indonesia karena Kebijakan yang Kredibel

BI: Fitch Pertahankan Peringkat "BBB" Indonesia karena Kebijakan yang Kredibel

Whats New
120.000 Jumlah Merchant Bergabung ke Ekosistem Gojek selama Masa Pandemi

120.000 Jumlah Merchant Bergabung ke Ekosistem Gojek selama Masa Pandemi

Whats New
Tekan Impor, Pemerintah Luncurkan Gelar Buah Nusantara

Tekan Impor, Pemerintah Luncurkan Gelar Buah Nusantara

Whats New
Pekan Pertama Agustus, Bank Mandiri Salurkan Kredit PEN Rp 5,6 Triliun

Pekan Pertama Agustus, Bank Mandiri Salurkan Kredit PEN Rp 5,6 Triliun

Rilis
Tak Semua Karyawan Swasta Dapat Subsidi Gaji, Ini Kata Sri Mulyani

Tak Semua Karyawan Swasta Dapat Subsidi Gaji, Ini Kata Sri Mulyani

Whats New
Kebijakan Fiskal Jadi Harapan Selamatkan Ekonomi RI dari Jurang Resesi

Kebijakan Fiskal Jadi Harapan Selamatkan Ekonomi RI dari Jurang Resesi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X