Riset IDEAS Ungkap Potensi Kurban dan Penerima Daging Bakal Tak Merata, Ini Alasannya

Kompas.com - 15/07/2020, 15:17 WIB
Proses Pembungkusan Daging Kurban di Jakarta Islamic Center menggunakan besek bambu dan Keranjang Tape JIMMY RAMADHAN AZHARIProses Pembungkusan Daging Kurban di Jakarta Islamic Center menggunakan besek bambu dan Keranjang Tape

Potensi mustahik terbesar, lanjut Askar, datang dari Jawa, yaitu sebanyak 15,1 juta keluarga. “Bila potensi shahibul qurban terbesar datang dari wilayah perkotaan utama Jawa, maka potensi mutahik terbesar datang dari daerah pedesaan Jawa,” katanya.

Dari perhitungan IDEAS, daerah dengan potensi surplus kurban terbesar didominasi daerah perkotaan Jawa, yaitu Jakarta (24.000 ton), Bandung (6.000 ton), Surabaya-Bekasi (5.000 ton) dan Depok-Tangerang (3.000 ton).

Sedangkan daerah dengan potensi defisit kurban terbesar didominasi daerah pedesaan Jawa, yaitu Kabupaten Cianjur (-2.000 ton), Kabupaten Jember (-1.600 ton), Kabupaten Garut (-1.500 ton), Kabupaten Grobogan-Brebes (-1.300 ton) dan Kabupaten Cirebon-Probolinggo (-1.200 ton).   

Askar mencontohkan Jabodetabek sebagai wilayah metropolitan termaju dan terbesar di Jawa berpotensi menghasilkan 47.000 ton daging kurban. Namun, kebutuhan mustahik di Jabodetabek hanya sekitar 5.000 ton, sehingga terdapat potensi surplus 42.000 ton daging di Jabodetabek. 

Tak jauh dari Jabodetabek, pedesaan di Banten Selatan yaitu Kab. Pandeglang dan Kab. Lebak, hanya berpotensi menghasilkan 260 ton daging, namun kebutuhan mustahiknya mencapai 1.500 ton, sehingga terdapat potensi defisit 1.250 ton daging.

Dengan demikian, terdapat potensi mismatch yang besar dalam penyaluran daging kurban jika tidak dilakukan rekayasa sosial. Menurut Askar, dari fakta potensi daerah surplus-minus kurban ini, program pendistribusian hewan kurban keluar dari daerah asal shahibul qurban yang banyak dilakukan lembaga amil zakat saat ini adalah tepat dan positif. 

“Program tebar hewan kurban dari daerah surplus ke daerah minus yang dipelopori oleh Dompet Dhuafa sejak 1994 ini, adalah penting untuk distribusi kurban yang tepat sasaran dan signifikan untuk pemerataan dan peningkatan kesejahteraan si miskin,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.