Di Tengah Pandemi Corona, BUMN Setor Pajak Rp 55,51 Triliun

Kompas.com - 15/07/2020, 15:41 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir  (kanan) dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin berjalan keluar dari pintu belakang Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Rabu (7/7/2020). Kehadiran Menteri Erick untuk berdiskusi terkait Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). ANTARA FOTO/Adam Bariq/app/aww.
 ANTARA FOTO/ADAM BARIQMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kanan) dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin berjalan keluar dari pintu belakang Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Rabu (7/7/2020). Kehadiran Menteri Erick untuk berdiskusi terkait Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). ANTARA FOTO/Adam Bariq/app/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Erick Thohir mengatakan, perusahaan-perusahaan pelat merah tetap membayar pajak ke negara di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Erick, hal ini dilakukan untuk tetap menjaga arus kas (cash flow) dari pemerintah di tengah pandemi ini.

“Kurang lebih di triwulan I ini kita sudah membayar pajak Rp 55,51 triliun. Terlepas dari kondisi Covid-19, kami juga tetap menjaga cash flow dari pemerintah. Karena itu pajak-pajak tetap kita bayar secara tepat waktu,” ujar Erick di Komisi VI DPR RI, Rabu (15/7/2020).

Baca juga: Kebiasaan BUMN yang Buat Neraca Dagang RI Tekor

Selain pajak, lanjut Erick, di tengah pandemi ini juga BUMN tetap menyetorkan Penerimaan Negara Bukan Pajak ( PNBP).

“Belum lagi PNBP, di triwulan I pun kami tetap memberi sebesar Rp 31,43 triliun. Ini komitmen kami sebagai perusahaan BUMN tetap menjaga daripada cash flow pemerintah,” kata mantan bos Inter Milan itu.

Erick pun merincikan, pada 2019 lalu, BUMN telah menyetorkan pajak sebesar Rp 283 triliun. Sedangkan untuk PNBP, perusahaan pelat merah di 2019 membayarkan senilai Rp 163 triliun.

“Tentu maksud dan tujuan kami menyampaikan hal ini, tentu tidak lain sebenarnya, proses yang kita lakukan ke pemerintah ada proses yang memberikan solusi bersama. Tentu dengan kerendahan hati utang dari pemerintah saat ini sangat diperlukan untuk kami,” ucap dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X