Dorong Pertumbuhan UMKM di Sektor Pertanian, Kemenkop UKM Gandeng 8 Startup

Kompas.com - 15/07/2020, 16:58 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Dok KEMENTERIAN KUKMMenteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) melakukan kerjasama dengan 8 Startup lokal buatan anak bangsa untuk meningkatkan pertumbuhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM) yang berada di sektor agrikultur.

Adapun 8 Startup ini terdiri dari Tanihub, Aruna, Ternaknesia, Hara, Alami, Modal Rakyat, Sayur Box dan Ekosis.

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan dengan adanya kolaborasi ini diharapkan bisa membantu para UMKM yang berada di sektor agrikultur untuk terus berkembang secara berkelanjutan khususnya selama masa pandemi Covid-19.

"Kita tahu kalau UMKM kita sekarang banyak yang merasakan kesulitan untuk mengembangkan usahanya. Yang tadinya produk-produk mereka kecil dan merasakan kesulitan untuk terhubung ke market, melalui 8 startup ini semoga para UMKM bisa diberikan bantuan untuk bisa bertahan dan berkembang serta bisa terjun ke market yang lebih luas lagi," ujarnya saat pressconference di Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Baca juga: Hampir Seluruh UMKM di Indonesia Turun Penjualannya di Masa Pandemi

Selain itu Teten juga mengatakan dengan terhubungnya para pelaku UMKM ke startup ini diharapkan juga, bisa diberikan bantuan baik dari segi pembiayaan serta beberapa pelatihan-pelatihan yang mendukung. Apalagi ke-8 startup ini, kata Teten, sudah memiliki aplikasi dan memiliki market yang sudah menyebar ke berbagai pelosok daerah.

"Misalnya, Tanihub yang memiliki bidang di sektor sayur dan buah, Aruna di bidang perikanan, Hara di bidang komoditas Jagung dan masih banyak lainnya. Mereka ini sudah punya market digitalnya, sudah punya aplikasinya juga, makanya nanti kita buat teamwork-nya biar bisa saling bersinergi," jelasnya.

Teten menambahkan dengan adanya kolaborasi ini juga bisa menunjang lebih banyak UMKM untuk Go Digital. Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun sudah memberikan arahan kepada seluruh kementerian untuk menggaet 10 juta UMKM agar Go Digital.

"Kita diberikan target oleh Pak Presiden Jokowi ada 10 juta pelaku UMKM yang harus Go Digital tahun ini dan dengan adanya kolaborasi dengan 8 startup ini saya kira bisa tercapai target kita. Kalau sekarang masih di angka 8 juta yang sudah masuk ke digital," katanya.

Sementara itu VP of Corporate Service Tanihub Astri Purnamasari menyambut baik kerjasama ini. Ia mengatakan dengan adanya kolaborasi dan kerjasama dengan 8 startup ini, bisa saling mendukung satu sama lain dalam menciptakan ekosistem agrikultur Indonesia yang lebih baik.

"Selama ini, semua masih dilakukan secara manual dan belum terintegrasi, oleh karena itu kami mencoba bersama dengan 8 startup ini bisa bekerjasama membuat model bisnis baru yang terintegrasi agar UMKM kita bisa terus berkembang," katanya.

Astri juga berharap kolaborasi ini bisa terus berjalan untuk bisa menciptakan ekosistem yang baik dan saling mendukung.

"Dengan kolaborasi antar pemerintah dan masyarakat saya kira penting untuk dijalankan dan saya berharap melalui kolaborasi ini bisa membuat agrikultur di Indonesia khususnya pertanian bisa bertumbuh dan berkembang lebih baik lagi," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPK Tanggapi Pernyataan Benny Tjokro dalam Persidangan Kasus Jiwasraya

BPK Tanggapi Pernyataan Benny Tjokro dalam Persidangan Kasus Jiwasraya

Whats New
DPR Sebut Kenaikan Cukai Bisa Tingkatkan Peredaran Rokok Ilegal

DPR Sebut Kenaikan Cukai Bisa Tingkatkan Peredaran Rokok Ilegal

Whats New
Mendag: Industri Halal Topang Kinerja Neraca Dagang Indonesia

Mendag: Industri Halal Topang Kinerja Neraca Dagang Indonesia

Whats New
Satgas PEN: Bergerak Bersama, Jangan Buang Waktu Pertentangkan Covid-19

Satgas PEN: Bergerak Bersama, Jangan Buang Waktu Pertentangkan Covid-19

Whats New
Perusahaan Asuransi Ini Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia

Perusahaan Asuransi Ini Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia

Work Smart
Terkait UU Cipta Kerja, Ketua SPSI Gresik Minta Pemerintah Lebih Terbuka

Terkait UU Cipta Kerja, Ketua SPSI Gresik Minta Pemerintah Lebih Terbuka

Whats New
Menperin Dorong Pembentukan Kawasan Industri Halal

Menperin Dorong Pembentukan Kawasan Industri Halal

Whats New
Mau Sukses Cari Pekerjaan Baru? Siapkan Dulu 3 Hal Penting Ini

Mau Sukses Cari Pekerjaan Baru? Siapkan Dulu 3 Hal Penting Ini

Work Smart
Menko Airlangga Pastikan Sertifikasi Produk Halal Gratis untuk UMKM

Menko Airlangga Pastikan Sertifikasi Produk Halal Gratis untuk UMKM

Whats New
Ganjar: Ada Daerah Bebas Covid-19 Raih Penghargaan, padahal Tak Pernah Testing...

Ganjar: Ada Daerah Bebas Covid-19 Raih Penghargaan, padahal Tak Pernah Testing...

Whats New
Sri Mulyani Mau Gratiskan Sertifikasi Halal untuk UMKM

Sri Mulyani Mau Gratiskan Sertifikasi Halal untuk UMKM

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Setahun Jokowi-Ma'ruf | Hari Santri Nasional | Ulang Tahun ke-12 Kompasiana

[POPULER DI KOMPASIANA] Setahun Jokowi-Ma'ruf | Hari Santri Nasional | Ulang Tahun ke-12 Kompasiana

Rilis
Makanan, Minuman, hingga Farmasi Jadi Sektor Dikembangkan di Kawasan Industri Halal

Makanan, Minuman, hingga Farmasi Jadi Sektor Dikembangkan di Kawasan Industri Halal

Whats New
Cuti Bersama, Semua Kantor Cabang BCA Tidak Beroperasi

Cuti Bersama, Semua Kantor Cabang BCA Tidak Beroperasi

Whats New
Kegiatan RJIT Kementan Dongkrak Produktivitas Persawahan Bandung Barat

Kegiatan RJIT Kementan Dongkrak Produktivitas Persawahan Bandung Barat

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X