Semester I Tahun 2020, Modalku Salurkan Pinjaman Rp 15,4 Triliun ke UMKM di Asean

Kompas.com - 15/07/2020, 17:27 WIB
Co-Founder dan CEO Modalku Reynold Wijaya memberikan paparan kinerja Modalku hingga tahun 2019 di acara media gathering dan halal bihalal Modalku di Jakarta, Rabu (3/7/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYACo-Founder dan CEO Modalku Reynold Wijaya memberikan paparan kinerja Modalku hingga tahun 2019 di acara media gathering dan halal bihalal Modalku di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Grup Modalku telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 15,4 triliun hingga semester I tahun 2020 kepada UMKM di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Co-Founder & CEO Modalku, Reynold Wijaya mengatakan, nominal tersebut mengalami kenaikan 60 persen atau sebesar 2,4 juta transaksi, dengan sektor yang mendominasi dalam permodalan pada industri UMKM adalah sektor perdagangan, baik itu pedagang besar maupun eceran.

“Tahun 2020 merupakan tahun yang penuh tantangan terutama pada kuartal II, di mana kita semua sama-sama merasakan dampak dari pandemi virus Covid-19, termasuk UMKM. Sampai saat ini, fokus utama Modalku, mendukung UMKM yang bisnisnya terkena dampak pandemi tersebut,” kata Reynold melalui siaran media, Rabu (15/7/2020).

Baca juga: Fintech Lebih Selektif Beri Pinjaman

Modalku juga melakukan restrukturisasi kredit sebagai bentuk solusi bagi peminjam yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya.

“Sekitar 2 persen peminjam aktif Modalku mengajukan restrukturisasi dan sedang diproses oleh tim Modalku,” ungkap dia.

Sebagian besar dari kebutuhan restrukturisasi diajukan oleh peminjam karena adanya penurunan omset akibat pandemi dan penundaan pembayaran dari payor/bouwheer (pemberi kerja untuk UMKM) khusus untuk pinjaman Invoice Financing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya restrukturisasi juga diberikan kepada beberapa nasabah yang mengalami kesulitan dalam pembelian barang modal karena keterbatasan logistik, sehingga usaha terhambat.

Reynold mengatakan, para peminjam di Modalku sangat kooperatif ketika melakukan proses pengembalian pinjaman, sehingga sampai saat ini Modalku di Indonesia masih bisa menjaga tingkat default di bawah 1 persen.

Baca juga: Riset: Fintech Peer to Peer Lending Dorong Pertumbuhan UKM

Sampai saat ini, lebih dari 100.000 pemberi pinjaman telah berkontribusi menyalurkan dananya kepada UMKM melalui Modalku.

Selama masa pandemi, Modalku terus melakukan edukasi terhadap publik mengenai pentingnya memiliki alternatif investasi, salah satunya melalui Modalku.

“Kami akan terus memantau perkembangan fase new normal karena pemulihan ekonomi untuk bisnis UMKM bukan hal mudah. Dengan asas responsible lending, kami akan terus menjalankan seleksi yang komprehensif, program restrukturisasi, serta mendukung sektor kesehatan yang saat ini sedang dibutuhkan dengan berbagai kerjasama baru dalam beberapa waktu kedepan,” tegas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Whats New
Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Rilis
Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Whats New
Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Rilis
Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Rilis
Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Whats New
Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Rilis
 Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Whats New
Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Whats New
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Rilis
Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Whats New
Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Whats New
Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Whats New
Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X