BTN dan SMF Sepakati Refinancing Rp 850 Miliar untuk KPR

Kompas.com - 15/07/2020, 18:50 WIB
Ilustrasi KPR www.shutterstock.comIlustrasi KPR

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memaksimalkan sumber pendanaan dari berbagai pihak untuk mendukung pembiayaan di sektor properti.

Dalam hal ini, perseroan menyepakati kerja sama pembiayaan dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Tbk. BTN menandatangani perjanjian kerjasama pinjaman untuk penyaluran KPR Subsidi dengan SMF dengan nilai pinjaman dana sebesar Rp 850 miliar.

Dana tersebut akan disalurkan BTN dalam bentuk KPR Subsidi, baik dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP maupun Subsidi Selisih Bunga (SSB).

Baca juga: Dapat Dana Pemerintah, BTN Bidik Penyaluran Kredit Rp 30 Triliun

“Kerja sama dengan SMF ini kami harapkan dapat menjadi stimulus tambahan dari yang sudah kita lakukan untuk mendukung PEN (pemulihan ekonomi nasional) melalui sektor properti agar 170 lebih industri turutannya ikut bergerak dalam masa pandemi Covid-19,” kata Direktur Utama BTN, Pahala Nugraha Mansury dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7/2020).

Menurut Pahala, kolaborasi BTN dengan SMF terkait pinjaman sudah berjalan sejak tahun 2011. Adapun nilai outstanding pinjaman hingga Juni 2020 sudah tercatat Rp 17,8 triliun.

Pinjaman tersebut terdiri dari pinjaman Subordinasi sebesar Rp 6 triliun, pinjaman refinancing sebesar Rp 9,01 triliun dan pinjaman KPR FLPP sebesar Rp 2,87 triliun.

Selain kerja sama pinjaman atau refinancing, BTN juga bermitra dengan SMF untuk transaksi sekuritisasi. Tercatat nilai sekuritasi Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) sebanyak 12 kali dengan nominal total sebesar Rp 11,65 triliun.

Baca juga: Dapat Penempatan Uang Negara, BTN Bakal Ekspansi Kredit

Sementara itu, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo pada kesempatan yang sama mengatakan, refinancing tersebut merupakan bentuk dukungan SMF kepada pemerintah melalui BTN agar dapat lebih memaksimalkan dalam pembiayaan rumah untuk rakyat.

“Kami berharap refinancing ini dapat memicu para penyalur KPR untuk memaksimalkan kemampuannya dalam mendorong pertumbuhan kredit yang tengah pandemi Covid-19. Hal ini merupakan bagian dari kontribusi SMF dan BTN dalam mendukung program PEN yang dicanagkan oleh Pemerintah,” kata Ananta.

Dia mengatakan, refinancing KPR diharapakan dapat menjadi salah satu katalis yang dapat mendorong pertumbuhan kredit perbankan yang sejalan dan beriringan dengan program pemerintah dalam memulihkan kondisi ekonomi nasional.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X