Lima Provinsi di Indonesia dengan Penduduk Miskin Terbanyak, Mana Saja?

Kompas.com - 16/07/2020, 07:32 WIB
ILustrasi: Potret Kemiskinan, Kakek Hamid di Kabupaten Barru Hidup di Rumah Reok Yang Porak Poranda Sebatang Kara SUDDIN SYAMSUDDINILustrasi: Potret Kemiskinan, Kakek Hamid di Kabupaten Barru Hidup di Rumah Reok Yang Porak Poranda Sebatang Kara

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik ( BPS) mencatat pada bulan Maret 2020, terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin sebanyak 1,63 juta orang dibandingkan periode September 2019. Dengan demikian, jumlah penduduk miskin RI saat ini tercatat sebanyak 26,42 juta orang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menjelaskan dari sisi jumlah, sebagian besar penduduk miskin masih berada di Pulau Jawa dengan jumlah 14,05 juta orang.

Sedangkan jumlah penduduk miskin terendah ada di Pulau Kalimantan sebanyak 969.640.

"Penduduk miskin di Pulau Sumatera 5,84 juta, Bali dan Nusantenggara 2,03 juta, Sulawesi 2 juta, Maluku dan Papua 1,52 juta. Dengan demikian total penduduk miskin pada Maret 2020 berjumlah 26,42 juta," jelas Suhariyanto dalam video conference, Rabu (16/7/2020).

Baca juga: Perbarui Data Kemiskinan, Mensos Usul Tambah Anggaran Jadi Rp 1,3 Triliun

Untuk diketahui, penduduk yang masuk dalam kategori miskin adalah penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Adapun garis kemiskinan pada Maret 2020 adalah sebesar Rp 454.650 per kapita per bulan, naik sebesar 3,2 persen jika dibandingkan dengan September 2019.

Kemudian secara rata-rata, garis kemiskinan per rumah tangga pada Maret 2020 sebesar Rp 2,12 juta per bulan, naik sebesar 5,01 persen dibandingkan dengan September 2019 yang sebesar Rp 2,02 juta.

Garis kemiskinan per rumah tangga adalah nilai rata-rata rupiah minimum yang harus dikeluarkan oleh rumah tangga untuk memenuhi kebutuhannya agar tidak dikategorikan miskin.

Selain jumlah dan persentase atau angka kemiskinan, dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.

Pada periode September 2019–Maret 2020, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami peningkatan.

Indeks Kedalaman Kemiskinan pada Maret 2020 sebesar 1,61, naik dibandingkan September 2019 yang sebesar 1,50. Demikian juga dengan Indeks Keparahan Kemiskinan, pada periode yang sama mengalami peningkatan dari 0,36 menjadi 0,38.

Baca juga: Tekan Angka Kemiskinan, Bappenas Sempurnakan Data dari Tingkat Desa

Indeks kedalaman kemiskinan adalah ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Indeks keparahan kemiskinan memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran diantara penduduk miskin.

Berikut jumlah dan persentase penduduk miskin terbanyak berdasarkan provinsi per Maret 2020:

1. Jawa Timur 4,42 juta jiwa (11,09 persen)

2. Jawa Tengah 3,98 juta jiwa (11,41 persen)

3. Jawa Barat 3,92 juta jiwa (7,9 persen)

4. Sumatera Utara 1,28 juta jiwa (8,75 persen)

5. Nusa Tenggar Timur/NTT 1,15 juta jiwa (20,90 persen).

Sementara itu, berikut lima provinsi dengan jumlah dan persentase penduduk miskin terendah per Maret 2020:

1. Kalimantan Utara/Kaltara 51.790 jiwa (6,8 persen)

2. Kepulauan Bangka Belitung 68.390 jiwa (4,53 persen)

3. Maluku Utara 86.370 jiwa (6,78 persen)

4. Kepulauan Riau 131.970 jiwa (5,92 persen)

5. Kalimantan Tengah 132.940 (4,82 persen).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X