Hari Ini, BI Diprediksi Pangkas Suku Bunga 50 bps ke Level 3,75 Persen

Kompas.com - 16/07/2020, 10:19 WIB
Logo Bank Indonesia (BI). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANLogo Bank Indonesia (BI).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Bahana Sekuritas, Putera Satria Sambijantoro memprediksi Bank Indonesia bakal memangkas suku bunga hari ini sebagai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG).

Satria menilai, pemangkasan suku bunga bisa sampai 50 basis poin (bps) ke level 3,75 persen. Pemotongan 50 bps dilakukan karena latar belakang global dan domestik yang menguntungkan bagi bank sentral untuk mendukung pertumbuhan.

"Kami sependapat dengan Presiden Joko Widodo yang mengatakan bahwa pembuat kebijakan tidak boleh berada dalam mode bisnis yang biasa-biasa saja. Perlu ada tindakan yang kuat dalam menanggapi pandemi Covid-19. Kami pikir BI memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga menjadi 3,75 persen," kata Satria dalam laporannya, Kamis (16/7/2020).

Baca juga: Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 4,5 Persen

Satria menuturkan, BI perlu memotong suku bunga karena prediksi Pertumbuhan ekonomi/Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih lemah dari perkiraan, juga akan memicu arus keluar (capital outflow) dan mempengaruhi nilai tukar.

Seperti diketahui, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar -3,8 persen (yoy) pada kuartal II 2020. Namun pertumbuhan berpotensi lebih lemah dilihat dari beberapa indikator seperti survei ritel BI dan PMI.

Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia pada kuartal II 2020 tercatat sebesar 28,55 persen. Angka itu turun cukup dalam dari dari 45,64 persen pada Kuartal I-2020 dan 52,66 persen pada kuartal II-2019 (yoy).

"Kami tidak khawatir tentang potensi pelemahan Rupiah karena penurunan suku bunga BI karena perkiraan kami, surplus perdagangan tahunan sebesar 8 miliar dollar AS pada tahun 2020 cukup untuk menutupi setiap modal yang keluar di pasar," papar Satria.

Selanjutnya Satria memperkirakan, depresiasi rupiah akan bersifat sementara dan akan menguat karena beberapa alasan, seperti fundamental neraca keuangan RI yang sehat dan adanya kecenderungan turunnya indeks dollar yang telah terdepresiasi 6 persen sejak Maret 2020.

Selain itu, biaya bunga yang ditanggung BI dalam program bagi-bagi beban (burden sharing) akan bergantung pada suku bunga acuan. Beban suku bunga akan sangat besar bagi BI yang memiliki pendapatan moneter sekitar Rp 100 triliun per tahun.

"Sedangkan Kementerian Keuangan mengumpulkan pendapatan pajak sebesar Rp 2.000 triliun per tahun. Namun BI wajib berbagi beban 50-50 dengan Kemenkeu," jelasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X