[WAWANCARA DIRUT GARUDA] Status Dana Talangan Masih "Insyaallah"....

Kompas.com - 16/07/2020, 14:17 WIB

Apalagi ketika kami dituntut untuk mengurangi biaya terkait SDM. Bagaimanapun, SDM ini diperlukan untuk future growth. Ini berkaitan dengan pesawat-pesawat yang sudah kami pesan beberapa tahun lalu. Kalau pesawat itu datang dan SDM tidak mencukupi, bagaimana bisnis ke depannya?

Lantas, apa yang dilakukan oleh manajemen Garuda untuk menekan fix cost?

Memangkas fix cost terkait SDM memang cukup sensitif untuk dibicarakan pada hari-hari ini. Jangan sampai manajemen bertindak "dzalim". Perusahaan berupaya untuk tetap memberikan hak-hak pekerja sampai kami benar-benar tidak mampu. Hari ini masih diupayakan jalan lain.

Kami upayakan jalan lainnya, yakni melakukan renegosiasi terkait pengiriman pesawat. Kami berupaya untuk menunda kedatangan pesawat yang telah kami pesan sebelumnya agar biaya tidak besar. 

Baca juga: Sewa Ratusan Pesawat, Garuda Harus Bayar Rp 1 Triliun Per Bulan

Selain itu, kami juga berbicara dengan lessor untuk negosiasi terkait harga dan status sewa pesawat. Kami mempersilakan jika lessor mau mengambil pesawat yang kami sewa. Namun lessor juga tak punya pilihan jika pesawat tersebut diambil kembali.

Hasilnya?

Mayoritas feedback dari lessor positif. Bagaimanapun, model bisnis leasing ini kan sederhana. Jika kita sewa 3 tahun dan di tengah jalan ingin diturunkan harganya, oke bisa, dengan syarat tenor menjadi lebih panjang misalnya menjadi 6 tahun ya. Kira-kira begitulah.

Selain itu, pesawat yang kami renegosiasi juga memenuhi regulasi yang ada. Beberapa airport memberikan ketentuan usia maksimal pesawat. Kami bisa memastikan usia pesawat tersebut sesuai regulasi.

Selain pesawat, bagaimana dengan utang yang harus dibayar? 

Sukuk kami restrukturisasi lebih panjang 3 tahun, dan ini biasa ketika perusahaan hadapi kondisi yang tidak sesuai rencana. Namun problemnya, bagaimana meyakinkan para pemberi dana ini punya kepastian jangka panjang di tengah situasi seperti ini?

Ketika sukuk direstrukturisasi 3 tahun, tentu ada syaratnya yaitu 75 persen pemegang sukuk setuju, proposal restrukturisasi bisa diterima. Alhamdulillah beberapa hari setelah masuk proposal, mereka setuju.

Baca juga: Hingga Juli 2020, Utang Garuda Indonesia Rp 32 Triliun

Kami juga sudah berbicara dengan pemegang sukuk terbesar, mereka juga setuju dengan restrukturisasi ini.

Hal ini menandakan bahwa proposal yang kami ajukan realistis. Mereka melihat ada dukungan pemerintah kepada Garuda. Investor juga melihat rencana bisnis kami sehingga mereka percaya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.