Ridwan Kamil Bidik Investasi Perusahaan Asing yang Keluar dari China

Kompas.com - 16/07/2020, 16:06 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Jabar 2020 secara virtual, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (13/7/2020). DOK, Humas Pemprov JabarGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Jabar 2020 secara virtual, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (13/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membidik relokasi perusahaan asing yang keluar dari China bisa pindah ke wilayah Jawa Barat.

Ia melihat ada peluang investasi dari relokasi industri yang bisa mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

"Secara investasi kita melihat banyak investasi akan pindah dari China. Itu akan kita geser," kata dia dalam webinar DBS Asian Insights Conference 2020, Kamis (16/7/2020).

Baca juga: Harga Tanah Kawasan Industri Mahal, Bikin Investasi Terhambat

Ia mengaku, sudah melakukan pembicaraan dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya mengenai lokasi pembangunan pabrik dari perusahaan asing tersebut.

Salah satunya ke wilayah Segitiga Rebana, sebuah kawasan strategis yang direncanakan menjadi masa depan ekonomi di Jawa Barat.

"Kami sudah bicarakan kemarin di beberapa kesempatan, pasca krisis ini menggeser investasi ke Rebana di utara Jawa Barat," ungkapnya.

Selain membidik relokasi industri dari China, pemulihan ekonomi Jawa Barat juga akan dilakukan dengan mendorong pertanian dan pariwisata. Menurutnya, selama masa pandemi pertanian dan pariwisata Jawa Barat menjadi sektor yang tetap bertahan.

"Karena tanah Jawa Barat itu selain manufaktur, industri pertanian kita kuat dan tangguh selama covid, juga pariwisatanya," kata dia.

Baca juga: BKPM Pangkas Lagi Target Investasi Jadi Rp 817,2 Triliun di 2020

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebutkan, ada 40 perusahaan asing yang berpotensi menanamkan investasinya di dalam negeri. Ini merupakan relokasi investasi China yang berasal dari Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

Lokasi industri selain berada di Jawa Barat, juga pemerintah akan membangun kawasan industri di Madiun, Jawa Tengah.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X